Feature

Dari League of Legends ke PUBG, Mengenal SuperNayr Sang Pemain Serba Bisa Asal Indonesia

oleh: Cita Aditya
Siapa yang tidak mengenal SuperNayr? Pemain Esports yang penuh talenta ini sempat berpindah-pindah game namun tetap menorehkan nama baik. Mulai dari Cross Fire, League of Legends, Overwatch, hingga PlayerUnknown Battleground. Pria bernama asli Ryan Prakasha ini menuai prestasi di game-game tersebut. Padahal perpindahan dari League of Legends ke Overwatch cukup kontras. Genre antar game yang berbeda biasanya membuat orang tidak terbiasa, namun tidak dengan SuperNayr.

Baca ini juga :

» Auto Denger Suara Step Musuh, Rekomendasi Earphone 300 Ribu Buat Main PUBG Mobile
» Mulai Dari Udil ke Alter Ego, Rekap Transfer Pemain Mobile Legends Jelang MPL-ID Season 6
» Biar Tidak Diejek Kawan, Pahami Istilah dalam Game Mobile Legends: Bang Bang!
» Biar Nggak Stuck di Epic, Ini Dia Rekomendasi Meta Hero Season ini Versi Jess No Limit
» Tetap Seru! 10 Rekomendasi Game MMORPG Android Terbaik Tahun 2020
Dirinya dengan mudah beradaptasi dan mencatatkan rekor. Tak hanya itu, SuperNayr juga langsung diundang oleh salah satu tim esports Overwatch. Faktanya, pria ini memilih nickname SuperNayr dibandingkan dengan GodNayr karena jika dibalik nama GodNayr menjadi tidak bagus lagi. "God" akan menjadi "Dog" jika terbalik, alasan ini yang membuat dirinya mengganti nickname depannya dengan "Super". Bagaimana perjalanan anak muda satu ini? Mari kita lihat:

1. CrossFire


Sumber: CrossFire YouTube


Muncul pertama kali di Scene Esports CrossFire, SuperNayr mulai bermain game satu ini dari tahun 2009. Dirinya ikut dalam kejuaraan WCG 2011 bersama dengan tim XCN (Executioner) dan mendapatkan peringkat pertama. Setelah itu, dirinya menjuarai CrossFire Stars bersama dengan XCN di tahun 2013. Lagi-lagi SuperNayr bersama timnya langsung menjuarai WCG di tahun 2013. Padahal SuperNayr saat itu masih berusia 15 tahun.

Sang Wonderkid terus berkembang hingga tahun 2014. Sederet prestasi pernah diraih. Tak cuma tingkat tim, tingkat individual pun SuperNayr seperti mendapatkan kill terbanyak ataupun tingkat headshot tertinggi diraih oleh pria kelahiran tahun 1998 ini. Sungguh prestasi yang cukup membanggakan. Sayangnya tiga kali juara tidak bisa diraih oleh SuperNayr karena dirinya memutuskan untuk berpindah game Final Bullet. Namun, game ini tidak bertahan lama dan SuperNayr mendominasi game ini juga layaknya CrossFire.

2. League of Legends


Sumber: LGS Garena YouTube


Setelah sukses merajai game FPS, SuperNayr merambah game League of Legends. Game MOBA buatan Garena ini sempat mengangkat nama SuperNayr. Berawal dari dirinya bertemu dengan salah satu veteran League of Legends yang juga bernaung di bawah bendera XCN, SuperNayr merasakan kerasnya kompetisi MOBA satu ini. Sempat membuat Konoha All-Stars dan lolos ke gelaran IESF kala itu, SuperNayr kembali dengan segudang pengalaman.

Dirinya pun bergabung dengan Zero Latitude (kini adalah EVOS Esports). Setelah mengarungi beberapa pertandingan, SuperNayr pindah ke Revival dan bertemu dengan teman-temannya. Mereka membangun Revival Konoha. SuperNayr kerap menyulitkan musuh dengan Lucian dan Tristana miliknya. Seringkali SuperNayr melakukan snowballing ke lawan-lawannya. Sosoknya sempurna untuk mengangkat tim.

Namun apa daya, target juara League of Legends Garuda Series (LGS) kandas setelah Revival kalah dari Kanaya Gaming.

Fitur Index :

  1. Halaman 2
Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru