Feature

Mulutmu Harimaumu! 7 Atlet Esports yang Terkena Hukuman karena Rasis

oleh: Citaaditya
Menjadi pemain profesional esports adalah impian semua orang. Bermain game kesukaan dan mendapatkan uang. Mimpi klise itu adalah cerminan yang diinginkan oleh para gamers. Namun, tahukah Kotakers bahwasanya mereka harus menjaga manner dan lain-lainnya selayaknya atlet olahraga. Beberapa orang bahkan terjerat dengan kasus rasisme karena tidak bisa menjaga manner.

Baca ini juga :

» 7 Rekomendasi Mechanical Keyboard RGB Dengan Harga Dibawah Satu Juta Tahun 2020
» 10 Rekomendasi Game Battle Royale PC yang Tetap Asik Dimainkan Tahun 2020
» Biar Nggak Nungguin Saitama, Tips Jadi Kuat di ONE PUNCH MAN: The Strongest
» Anak Mobile Legends Mau Cobain League of Legends: Wild Rift? Kenali Dulu Bedanya!
» Tetap Mesti Jaga Kesehatan, Mengenal Cedera yang Sering Dialami Atlet Esports
Beberapa nama besar bahkan sempat tersangkut kasus ini dan mendapatkan hukuman. Entah dalam bentuk denda ataupun larangan bermain. Siapa saja pemain esports yang pernah tersandung kasus rasisme? Mari kita lihat:

1. Carlo "Kuku" Palad


Sumber: Liquipedia

Pemain yang kini membela Geek Fam ini sempat melakukan aksi rasisme ketika masih berseragam TNC Predator. Pria bernama asli Kuku Palad ini pernah melakukan hal yang tidak baik kepada regional Tiongkok. Entah apa yang ada di pikirannya sehingga melontarkan kata "chingchong" yang berbekas pada komunitas asal Tiongkok. Dia bahkan diancam tidak bisa menghadiri Chongqing Major dan berujung pada hukuman pengurangan poin DPC pada tim TNC yang sangat merugikan.

2. Andrei "Skemberlu" Ong


Sumber: Liquipedia

Andrei "Skemberlu" Ong juga pernah melakukan sentimen rasisme terhadap etnis Tiongkok. Lebih parah dari Kuku, Skem memberi pesan yang berbau rasisme di ajang kompetisi Minor. Skem yang saat itu membela CompLexity mengetik "GL ching chong" di awal permainan saat timnya berhadapan dengan Royal Never Give Up.

Sontak para pemain RNG terheran dan memberi respon "?" terhadap lontaran dirinya tersebut. Bukannya langsung meminta maaf, beberapa anggota CompLexity yang lain justru mengetik "sorry". CompLexity dengan tegas menghukum Skemberlu dengan denda dan mengeluarkannya dari tim setelah ajang Dream League Minor.

3. Sebastian "Ceb" Debs


Sumber: Liquipedia

Pemain yang memenangkan The International 2018 dan 2019 ini pernah tersandung kasus rasisme jelang Epicenter Major. Ceb yang bermain MMR bersama publik melontarkan kata-kata kasar terhadap seorang pemain asal Rusia. Dalam komentarnya tersebut dia bahkan dengan gamblang menyebutkan "russian" seakan melakukan generalisir terhadap pemain asal Rusia.

Komentar Ceb bahkan diiringi kata-kata kasar seperti "rusian wh*re" dan "sell his mother for MMR". Kapten dari Virtus Pro saat itu, Solo, berkomentar dan berniat memboikot Epicenter Major jika Ceb tidak dikenai sanksi. Setelah melakukan permintaan maaf, Valve tidak memberikan sanksi kepada Ceb namun sentimen para pemain Rusia masih tetap berbekas kepada pemain satu ini.

Fitur Index :

  1. Halaman 2
Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru