
Dua dekade lebih. Itulah jarak waktu antara entri mainline terakhir Virtua Fighter dan pengumuman yang mengejutkan komunitas fighting game global: Virtua Fighter CROSSROADS. Bukan sekadar remaster, bukan port arcade - ini adalah game baru, dengan cerita baru, empat karakter baru, dan pendekatan yang sama sekali berbeda dari pendahulunya.
Dalam sesi roundtable media Asia Tenggara ini, Riichiro Yamada membuka banyak hal: mengapa judulnya bukan "6", mengapa Filipina menjadi referensi utama desain kota, bagaimana mereka menjembatani kerumitan sistem Virtua Fighter dengan pemain baru, dan apakah seni bela diri Asia Tenggara seperti Eskrima dan Pencak Silat berpeluang masuk ke franchise ini.
Bagian 01 - Tantangan Terbesar: Menceritakan Kisah Lewat Gameplay

T: Virtua Fighter sudah berjalan sangat lama sebagai franchise. CROSSROADS merevolusi seri ini dengan penekanan besar pada kampanye cerita single-player. Apa saja tantangan terbesar dalam membangun narasi skala besar ini sambil tetap terhubung dengan sistem gameplay? Adakah inspirasi yang diambil dari karya-karya lain?
Ada banyak tantangan dalam membuat CROSSROADS, tapi pertanyaan terbesarnya adalah: cerita apa yang ingin kita sampaikan? Virtua Fighter punya lore-nya sendiri, punya setting yang sudah dibangun puluhan tahun lalu, tapi tidak pernah benar-benar disentuh selama lebih dari 20 tahun. Jadi kami harus kembali ke setting-setting itu dan bertanya: ini sudah sangat lama, sudah tidak terasa modern. Bagaimana cara memodernisasinya?
Inspirasi terbesar saya secara pribadi datang dari serial drama HBO, Watchmen - komik Amerika yang sangat tua, kemudian dihidupkan kembali sebagai serial drama lebih dari 40 tahun kemudian. Bagi saya, situasinya sangat mirip dengan Virtua Fighter, dan itu mengajarkan banyak hal tentang cara memodernisasi setting lama dan menghidupkan kembali cerita yang sudah lama tidur.
Tantangan yang paling berat adalah bagaimana menyampaikan narasi itu melalui gameplay - bukan hanya lewat cutscene. Banyak pemain tidak akan puas hanya dengan sinematik yang indah. Jauh lebih baik jika mereka bisa memainkannya dan memahami ceritanya sendiri. Mengombinasikan narasi dengan pengalaman bermain secara organik - itulah tantangan terbesar kami, dan sesuatu yang ingin kami lakukan berbeda dari RGG Studio dalam hal gaya penceritaannya.
Bagian 02 - Setting Dunia: 10-20 Tahun Setelah VF5, J6 Sudah Hancur

T: Di mana posisi CROSSROADS dalam timeline Virtua Fighter secara kronologis?
CROSSROADS berlatar antara 10 hingga 20 tahun setelah akhir Virtua Fighter 5 - kami sengaja tidak mau menyebut angka pastinya. Yang penting, dunianya terhubung. Di akhir VF5, organisasi J6 hancur dan lenyap. World Battle Tournament pun menghilang. Semua petarung legendaris itu perlahan menghilang dari panggung utama masyarakat.
CROSSROADS dimulai setelah periode kekosongan itulah - di mana para legenda itu sudah hampir terlupakan, dan dunia sedang bergerak maju tanpa mereka.
Bagian 03 - Villasapara: Ketika Filipina Menjadi Kanvas

T: CROSSROADS berlatar di kota fiktif bernama Villasapara yang terinspirasi dari Asia Tenggara. Mengapa Filipina secara khusus menjadi referensi utamanya?
Ketika kami mulai merancang game ini, kami ingin menemukan lokasi yang tepat - jadi kami benar-benar mengunjungi beberapa kota di Asia Tenggara secara langsung. Dan dari semua tempat yang kami datangi, Filipina adalah yang paling besar pengaruhnya.
Ada beberapa alasan. Pertama, Filipina memiliki latar belakang multinasional yang sangat kuat - campuran budaya dari berbagai penjuru dunia melebur di sana. Kedua, cityscape dan jalanan-jalanannya adalah persis gambaran visual yang kami cari: perpaduan antara modern dan tradisional, antara kemewahan dan kehidupan jalanan yang otentik. Bagi yang pernah tinggal atau mengunjungi Filipina, mereka mungkin akan langsung mengenali banyak pengaruhnya dalam desain Villasapara.
Bagian 04 - Mengapa Bukan "Virtua Fighter 6"?

T: Ini entri mainline pertama dalam hampir 20 tahun, tapi tidak disebut "Virtua Fighter 6". Apa arti judul CROSSROADS dan pesan apa yang ingin disampaikan kepada fans lama?
Ini adalah perdebatan yang sangat panjang secara internal. Banyak yang bertanya: kenapa bukan 6? Kalau ini reboot, kenapa tidak cukup disebut Virtua Fighter saja? Kami tidak bisa menemukan kesepakatan untuk waktu yang lama.
Yang akhirnya menentukan adalah Yamada-san, yang ingin judul ini punya subtitle. Beliau ingin menunjukkan bahwa ini bukan Virtua Fighter yang lama - ini adalah Virtua Fighter yang baru, dengan perubahan besar yang nyata.
Judul CROSSROADS datang dari salah satu anggota tim yang lebih muda, dan sangat tepat karena maknanya berlapis. Dari sisi narasi: empat protagonis utama masing-masing melewati persimpangan dalam hidup mereka, dan takdir mereka saling bersilangan - itu inti ceritanya. Dari sisi gaming, ada banyak makna crossover juga.
Satu hal kecil yang menarik untuk fans veteran: pada logo judul CROSSROADS, ada pewarnaan tersembunyi pada huruf V dan I yang membentuk angka enam - VI. Pesannya ada di sana bagi yang tahu. Tapi pada akhirnya, judul ini juga dirancang agar pemain baru yang belum pernah menyentuh Virtua Fighter bisa lebih mudah melompat masuk.
Bagian 05 - Dari Arcade Stick ke Controller: Kembali ke Akar

T: Virtua Fighter selalu dikenal dengan frame data yang ketat dan combo presisi. Banyak fighter modern menawarkan kontrol yang lebih mudah. Bagaimana CROSSROADS menyambut pemain baru tanpa mengorbankan kedalaman yang dibanggakan veteran?
Banyak yang berasumsi Virtua Fighter itu rumit sejak awal - tapi sebenarnya tidak. Virtua Fighter lahir di era ketika game pertarungan 2D di arcade punya sistem yang sangat kompleks. Virtua Fighter justru datang dengan kesederhanaan: hanya tiga tombol - punch, kick, dan guard. Siapapun bisa memainkannya.
Baca ini juga :
» Interview Seiji Aoki, Legacy VIRTUA FIGHTER Project Producer - VF Akan Totalitas!
» Dulu Sempat Dilarang Orang Tua Ngecast? Sedikit cerita Bro Pasta Si Caster Serba Bisa
Kerumitannya datang kemudian, seiring komunitas yang makin dalam mempelajari sistemnya. Itu adalah evolusi organik, bukan kesengajaan.
Untuk CROSSROADS, kami kembali ke titik awal itu. Salah satu keputusan terbesar adalah mengoptimalkan kontrol untuk pad controller - bukan arcade stick. Seluruh seri Virtua Fighter sebelumnya dirancang dengan arcade stick sebagai standar, tapi kali ini kami bergeser. Kami juga sedang mengembangkan sistem input yang lebih fleksibel dan intuitif, yang memberi lebih banyak kontrol kepada pemain dengan cara yang lebih mudah diakses.
Fitur Index :
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Sanz Ogah Pakai Eudora Lagi? Sebut Early Game...