Release Date4 March 2008
ESRB Rating17+
GenreThird Person Shooter
Publisher
EA Games

Developer
EA Montreal

Console
PC, PS 3, 360
KOTAK GAME RATING
79
PLAYER RATING
100
BERI RATING
Review

Army of Two

oleh: Gegemania

Army of Two

Game ini menceritakan dua orang tentara bayaran bernama Elliot Salem dan Tyson Rios yang menyelesaikan misi secara diam-diam dan jauh dari pemberitaan resmi media. Cerita berkisar di pengkhianatan, konspirasi dan balas dendam di dalam jajaran angkatan bersenjata Amerika Serikat.

Dalam mode single player, kita akan memilih untuk memainkan Elliot atau Tyson dalam enam misi yang cukup menantang dan sedikit tidak realistik. Dalam setiap pertempuran, senjata yang paling ampuh adalah sistem Aggro. Sistem Aggro merupakan petunjuk seberapa agresifnya player menghadapi musuh-musuh yang ada, meteran Aggro dapat penuh dengan cara menembak, melempar granat atau menembak secara membabi buta ke arah musuh. Bila meteran Aggro terisi penuh, perhatian musuh akan teralihkan kepada player atau AI dan pemain kedua ataupun AI dapat menghabisi musuh-musuh yang ada dari sudut buta atau sudut yang tidak terlihat.

Aggro juga dapat menjadi sebuah cara membunuh musuh secara efektif tanpa membuang peluru secara berlebihan. Tempatkan AI ataupun temanmu dalam kondisi menyerang sehingga Aggro meter terisi penuh, lalu player dapat melakukan serangan-serangan jarak dekat yang tidak membutuhkan peluru atau melakukan tembakan-tembakan headshot yang jelas lebih irit dibandingkan tembakan biasa kearah badan.



Dalam pertempuran terdapat tiga jenis tentara yang harus dihadapi oleh pemain. Tentara yang memiliki warna biru merupakan tentara biasa yang mudah dibunuh. Sedangkan yang memiliki warna merah merupakan tentara dengan pangkat yang sedikit lebih tinggi, mereka lebih agresif dan tidak mudah ditembak dan yang terakhir adalah tentara bewarna emas. Mereka sangat agresif sekaligus memiliki baju pelindung yang sama kerasnya dengan milik Elliot ataupun Tyson sehingga hanya bisa dilukai dari belakang.

Dilihat dari segi grafis, game Army of Two benar-benar menampilkan grafis yang sempurna. Semua detail terlihat sangat realistis, mulai dari topeng menyeramkan milik Elliot dan Tyson sampai ke bentuk armor yang terlihat keras dan tahan peluru. Rasanya Unreal Engine 3.0 memang pantas disebut-sebut sebagai engine game terbaik tahun ini, mengingat prestasinya pada beberapa game terlihat sangat luarbiasa indah dan detail. Sedangkan dari sisi sound, suara yang dihadirkan cukup spektakuler. Desingan peluru dan ledakan granat terdengar seperti aslinya, bahkan sound yang dihadirkan sangat menggelegar sehingga membuat salah satu speaker di kantor redaksi bersuara pecah.

AI dalam game ini masuk ke kategori cerdas. Selain fasih menembak musuh, AI dalam game sangat mudah untuk diperintah. EA tampaknya sangat memperhatikan sistem AI dalam game, sehingga tidak hanya partner kita yang memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Pihak musuhpun memiliki akurasi yang meyakinkan, secara garis besar AI dalam game Army of Two selangkah lebih maju dibandingkan game-game sejenis. Walaupun terkadang masih ditemukan AI dalam game berdiri mematung seperti tidak ada tembakan di sekelilingnya ataupun salah memosisikan diri sehingga tidak terlindung dengan baik.



Selain dalam pertempuran, player juga terkadang membutuhkan bantuan partner untuk mencapai daerah tertentu. Selain itu banyak gerakan akrobatik yang menambah daya tarik game Army of Two. Misalnya, gerakan back to back yang memposisikan pemain untuk bersandar saling memunggungi dan melakukan tembakan secara gerak lambat demi menghabisi musuh yang mengepung.

Elliot ataupun Tyson  dapat membawa tiga buah senjata dan berbagai macam granat  selama permainan berlangsung. Senjata pertama tipikal senapan mesin atau shotgun yang dipakai guna menghabisi musuh yang ada. Senjata kedua biasanya berupa pistol ataupun sub machine gun yang berfungsi sebagai cadangan. Terakhir adalah, senjata spesial yang bisa berupa sniper ataupun peluncur roket guna memberikan kerusakan yang besar.

Setiap senjata yang ada didalam game dapat diupgrade sedemikian rupa sehingga memiliki peningkatan ataupun penurunan fungsi yang ada. Bahkan player dapat memberikan warna-warna tertentu yang mencolok mata yang nantinya berguna untuk menaikkan Aggro. Kapan lagi kamu melihat senjata jenis AK47 berwarna emas dalam pertempuran nyata? Musuh pun dapat memiliki senjata yang sama tetapi tidak memiliki efek apapun selama permainan.



Permasalahan pertama muncul karena banyaknya senjata dan upgrade yang ada. Upgrade yang tersedia untuk beberapa senjata sangat minim dan terkadang tidak memberikan perubahan yang berarti pada senjata yang diupgrade. Permasalahan ke dua muncul karena pendeknya game yang ditawarkan. Kamu hanya membutuhkan waktu kurang lebih enam jam untuk menamatkan game Army of Two, satu-satunya hal yang dapat memancing kamu memainkan ulang game Army of Two adalah senjata yang dapat kamu kumpulkan dalam game. Sayangnya senjata-senjata tersebut dapat kamu kumpulkan dalam sekali main, bila beberapa hal tidak kamu lewatkan selama permainan.

Mode multiplayer menyediakan tiga mode yaitu Bounties, Extraction dan Warzone. Bounties mengharuskan kita untuk membunuh target yang muncul secara random sedangkan Extraction membuat kita harus mengawal VIP ataupun membawa POW yang muncul secara random didalam map dan yang terakhir Warzone mengharuskan kita menghancurkan atau mempertahankan obyek yang ada didalam map.

Secara garis besar game ini sangat condong ke mode multiplayer co-op. Walaupun begitu, mode single player masih mendapatkan porsi yang cukup penting walau tidak terlalu mencolok. Sedangkan co-op mode yang solid membuat kami cukup kesulitan untuk berhenti memainkannya.

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview