Review

ASUS ROG GX800, The Real Monster Gaming Machine

oleh: Master-Fakry

Serupa Tapi Tak Sama

ROG GX800 tampil dengan layar (display) berukuran 18,4 inci, lebih besar dari GX700. Kartu grafis dan prosesornya juga telah diperbarui. Kartu grafis yang digunakan bertipe 2 Way SLI GTX1080, yang artinya ada dua buah kartu grafis GTX1080 pada perangkat ini untuk menghasilkan satu kekuatan yang lebih besar. GTX 1080 memiliki CUDA Core sebanyak 2560, sementara base clock 1607 MHz dan boost clock 1733 MHz. Satu buah GTX 1080 memiliki VRAM sebesar 8GB GDDR5X dengan jalur memori bus selebar 256 bit berkecepatan 10 Gbps.

Kartu grafis kelas teratas dari Nvidia ini telah dibekali dengan fitur VR Ready serta beberapa teknologi lain seperti Nvidia G-Sync, Vulkan API, dan OpenGL. Semua fitur tersebut berguna untuk memaksimalkan serta mengoptimalkan efek di dalam game agar bisa berjalan mulus.


Prosesornya sendiri adalah Intel Core i7-7820HK yang memiliki clock speed hingga 4,6GHz. Clock speed yang lebih tinggi juga bisa mempercepat waktu pemerosesan data, termasuk rendering 3D, video editing, dan tentu saja gaming. Kamu pun dapat melakukan meningkatkan clock speed dengan cara yang sangat mudah melalui fitur overclocking bawaan ROG, yakni ASUS Gaming Center. Tidak hanya CPU-nya saja yang sanggup di-overclock, namun GPU-nya juga bisa. GPU dapat di overclock mencapai 2,1GHz. Skenario yang dapat dijalankan antara lain, menaikan frekuensi tegangan pada CPU dan GPU secara manual sampai ambang batas tertentu.

Baca ini juga :

» Review: ASUS VivoBook 14 (A416), Jawaban Pasti untuk WFH dan Sekolah Daring!
» ROG Zephyrus G GA502I - Speknya Gahar & Harga Ga Wajar! Cocok Untuk Gamer dan Content Creator
» ASUS TUF Gaming AX3000
» JADI PENGEN UPGRADE! Review AMD Ryzen 5 5600X: Kenceng, Semua Game Bisa Dibabat!
» Berasa Masuk ke Dalam Game! Inilah Sensasi Gaming di 3 Monitor dengan ASUS TUF RTX 3080!
ASUS telah mendesain ulang konsep pendinginan pada water cooling di ROG GX800. Pada seri terbarunya ini, water cooling mampu mengaliri dua buah GPU dan CPU-nya. Hal itu pula yang mampu membuat CPU-nya mampu di-overclock hingga frekuensi 4,6GHz secara aman dalam mode docking (water cooling docking telah terpasang).


Berbeda dengan GX700, di GX800, pengguna harus memasang dua buah charger yang totalnya mencapai daya 660W pada mode docking. Satu charger dipasang di notebook dan satunya lagi harus dipasang pada water cooling. Hal ini dinilai wajar mengingat ASUS ROG GX700 hanya menggunakan 1 buah kartu grafis, yakni Nvida GTX980 sementara GX800 memiliki dua buah graphic card GTX1080. Perbedaan selanjutnya, adalah jenis media penyimpanan cepat berbasis SSD yang ditambah menjadi 3 buah.

ROG GX800 memiliki desain serupa dengan GX700, tetap saja basis rancanganya lebih disempurnakan. Kali ini, ASUS telah beralih dari single LED keyboard yang berwarna merah, menjadi RGB keyboard yang dapat memancarkan bermacam warna. Kamu dapat menyesuaikan nyala LED melalui ROG Aura yang terdapat pada ROG Gaming Center.


Keyboard-nya pun telah menggunakan mechanical keyboard yang membuat kenyamanan dan daya tahan keyboard jadi lebih tinggi dari sebelumnya. Terasa halus dan empuk ketika ditekan. Selain itu, tombol WASD diberikan warna agak tebal dengan aksen putih disekelilingnya.


Tombol shortcut ASUS Gaming Center berada di bagian kiri atas, berdampingan dengan tiga makro key, video record, serta pengaturan volume.


TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview