Review

SEGA Genesis Mini

oleh: VolkanKaya

Halaman 1

Dengan semakin maraknya tren pengembangan konsol klasik dalam versi mini yang dipopulerkan oleh Nintendo lewat NES Classic Edition, sebagian perusahaan ternama lainnya juga tertarik untuk mengembangkan produk serupa. Menyusul Sony yang meluncurkan konsol PlayStation Classis Mini pada akhir tahun lalu, kini giliran SEGA yang akhirnya unjuk kebolehan mereka lewat konsol SEGA Genesis Mini yang baru saja diluncurkan beberapa minggu lalu.

Antusiasme dalam menyambut perilisan konsol ini memang tidak sekuat PlayStation Classic atau SNES Mini, namun hal tersebut bukan berarti SEGA kehilangan rasa percaya diri mereka dalam mengembangkan konsol yang dapat bersaing dan bahkan mengungguli semua konsol mini yang sudah ada. Yup benar sekali, SEGA Genesis Mini sukses mendapatkan resepsi yang sangat positif berkat valuenya yang sangat berharga. Bagaimana tidak? Selain menawarkan kualitas build konsol yang solid dengan sistem operasi stabil, konsol ini juga menawarkan library yang berisi 42 game legendaris.

Karena terbawa rasa penasaran yang semakin kuat, Kru KotGa akhirnya memutuskan untuk mencoba konsol ini secara langsung dan merangkum impresi yang sudah didapat. Jadi daripada penasaran, langsung saja simak review lengkapnya yang sudah kami rangkum di bawah ini.

Baca ini juga :

» ASUS ROG Zephyrus S GX502GW Glacier Blue
» Star Wars Jedi: Fallen Order
» SAO: Alicization Rising Steel
» The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel III
» ASUS ROG Cetra, Wujud Sesungguhnya Earphone Gaming

Desain dan Kelengkapan

Kesan pertama yang paling ditonjolkan SEGA Genesis Mini bisa dilihat dari ukurannya yang jauh lebih kecil dibanding pendahulunya. Kamu bahkan bisa menggenggamnya atau sekedar menempatkan konsol tersebut dalam spasi ruang yang sempit. Tidak hanya ukuran, konsol ini juga cukup ringan dan dibuat dengan bahan plastik yang solid. Keseluruhan desainnya adalah replika langsung yang sudah termasuk slider utama untuk menyalakan konsol, slider volume dan tombol reset game.

Keseluruhan desainnya sendiri terlihat seperti replika sempurna dari SEGA Genesis klasik yang memang lebih bongsor, apalagi slot catridge pada bagian tengah konsol juga dapat dibuka (walaupun tidak memiliki fungsi apapun). Perbedaan mencolok lainnya juga bisa dilihat dari bagian belakang konsol yang memiliki port HDMI untuk disambungkan ke monitor dan TV, serta Micro-USB sebagai sambungan daya. Ada juga dua port USB pada bagian depan yang dikhususkan untuk kontrol pad dengan tiga tombol.

Konsol ini dikemas dalam box yang ringkas dan menonjolkan kesan kuat dari SEGA Genesis itu sendiri, seperti perpaduan warna background hitam hingga ilustrari dari sang maskot landak biru Sonic. Kelengkapan yang disertakan didalamnya meliputi kabel HDMI untuk sambungan konsol ke monitor dan TV HD, kabel power, dua kontroler pad dan unit konsolnya sendiri. Konsol ini juga hanya memiliki dua port yang terdiri dari HDMI dan sambungan Micro-USB untuk powernya. Dua kontroler dalam bundle penjualan juga terasa pas dan bisa dimanfaatkan untuk bermain game local multiplayer bersama teman, apalagi sambungan kabelnya yang panjang juga membuatnya mudah disesuaikan dengan kondisi ruang lingkup bermain. Kontrolernya sendiri terasa jauh lebih solid dan nyaman dari versi klasiknya, namun sayang pihak SEGA juga tidak mencoba untuk menghadirkan opsi kontroler wireless.

Perlu diketahui juga kalau konsol SEGA Genesis Mini hanya memiliki sambungan HDMI, jadi sebelum membeli kamu harus pastikan apakah monitor dan TV yang kamu miliki juga mensupport HDMI atau tidak (bisa juga menggunakan konverter). Dengan adanya support HDMI, kualitas grafis 16-bit yang ditawarkan untuk setiap gamenya juga terlihat lebih cerah dan mendetail. Kru KotGa sendiri sudah mencoba memainkan hampir semua game yang ada dalam konsol ini dan kualitas grafisnya memang terasa lebih tajam dan enak dipandang.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview