Review

Concrete Genie

oleh: VolkanKaya

Halaman 1

Menjelang perpindahan generasi konsol yang sudah semakin dekat, Sony masih memiliki serangkaian game eksklusif yang terus mendapatkan perhatian kuat selama beberapa tahun terakhir. Sebagian besar gamer mungkin hanya mengantisipasi beberapa judul terkenal seperti Death Stranding, The Last of Us Part II dan Ghost of Tsushima, namun Kru KotGa masih menaruh antisipasi pada satu game eksklusif lain yang berjudul Concrete Genie. Dikembangkan oleh Pixelopus yang merupakan developer in-house Sony, Concrete Genie adalah sebuah game petualangan yang mengombinasikan elemen platforming, puzzle dan sebuah sistem creation unik lewat aktivitas melukis.

Konsep ini terasa semakin spesial berkat kemampuan kamu dalam melukis sebuah makhluk bernama "Genie" yang bisa hidup dan berinteraksi dengan sang karakter utama. Jika diibaratkan game ini mirip dengan seri kartun ChalkZone dimana sang karakter utama Rudy dapat menggambar objek dan makhluk hidup secara nyata. Kesamaan tersebut tentunya tidak membatasi potensi lain yang mampu dikejar Concrete Genie, karena game ini memastikan kamu sebagai pemain untuk menjalin persahabatan dan kerjasama dengan para Genie ini.

Kru KotGa sendiri sudah mendapat kesempatan untuk memainkan gamenya selama beberapa hari terakhir dan merangkum impresi yang didapat. Lalu apakah pendekatan konsep yang ditawarkan Concrete Genie sukses menciptakan pengalaman bermain yang berkesan? Jawabannya sendiri sudah Kru KotGa rangkum pada review kali ini.


Jalan Cerita

Concrete Genie menceritakan kisah dari seorang remaja bernama Ash yang masih sering mengunjungi bekas kampung halamannya. Denska, kota kecil yang berada di pesisir pantai ini adalah rumah yang berarti bagi Ash dan meninggalkan banyak kenangan dari masa kecilnya, namun kota tersebut sudah tidak berpenghuni akibat pencemaran lingkungan yang parah. Terlepas dari buruk rupanya kota tersebut, Ash masih terus mengunjunginya dan sering mengekspresikan diri dengan melukis. Momen yang terasa damai ini kemudian pecah setelah sekelompok remaja pembully mengganggu Ash dan merobek skechbook miliknya yang berharga.

Ash bahkan didorong oleh mereka masuk ke kereta gantung yang terhubung ke menara mercusuar "berhantu." Daripada harus merasakan yang pengalaman menyeramkan, Ash berakhir menemukan sebuah keajaiban dimana karakter gambar OC-nya (original creation) yang bernama Luna menjadi hidup. Luna kemudian memperkenalkan Ash pada cara melukis dengan semacam kuas ajaib dan bagaimana dia bisa menghidupkan Denska kembali lewat kekuatannya ini. Dari sinilah jalan cerita Concrete Genie yang sebenarnya dimulai, dimana kamu memiliki tugas untuk menghiasi seluruh kota Denska dengan lukisan ajaib.

Plot yang disuguhkan game ini memang terkesan sangat sederhana, namun Kru KotGa merasa kalau penyampaiannya benar-benar sangat efektif dan jauh lebih baik dari yang diprediksi. Jika dinilai dari trailernya Concrete Genie memang seperti game yang lebih menekankan fokusnya pada aspek teknikal saja, namun game ini sukses mempresentasikan ceritanya dengan mood yang terasa pas. Bahkan karakter bully dalam game ini bisa memberikan latar belakang cerita yang cukup emosional dan relatable.

Baca ini juga :

» The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel III
» ASUS ROG Cetra, Wujud Sesungguhnya Earphone Gaming
» ROG Desktop GL10CS, PC Gaming Anti Ribet!
» Razer Viper
» ASUS ROG Swift PG27UQ

Melukis dan Genie, Dua Teman Terbaikmu

Semua aktivitas yang kamu lakukan di Concrete Genie selalu berpusat dan bergantung pada aktivitasmu dalam melukis dan menciptakan Genie. Sekarang mari membahas soal mekanisme melukisnya. Jadi dalam game ini kamu bisa menciptakan kreasi lukisan yang hidup dan penuh warna di hampir semua tembok yang ada di kota Denska. Aktivitas ini sebenarnya cukup opsional di awal, karena kamu hanya perlu menyalakan sekian banyak bola lampu yang mati di beberapa distrik yang ada, namun semua itu berubah setelah kamu menciptakan Genie. Makhluk 2D yang hidup ini berperan sebagai pendampingmu dalam menyelesaikan puzzle, seperti Genie tipe api misalnya yang dapat membakar objek rapuh yang menghalangi jalan, genie listrik untuk menyalakan sirkuit dan masih banyak lagi.

Genie adalah makhluk yang memiliki kepribadian uniknya masing-masing, dan kamu sebagai pemain harus selalu menuruti permintaan mereka. Dari sinilah peranmu dalam melukis kembali dimanfaatkan, dimana Genie akan memintamu untuk menggambar berbagai objek seperti tanaman, pohon, api unggun, bintang-bintang, matahari dan sebagainya untuk menghiasi tembok kosong yang mereka lewati. Jika kamu membuat mereka senang, maka Genie akan memberikanmu kemampuan untuk menggunakan "Super-Paint," sebuah kemampuan super untuk melukis di tembok yang sudah dicemari kegelapan. Oh perlu diketahui juga kalau Genie hanya dapat bergerak pada tembok yang saling terhubung, jadi kamu tidak bisa selalu membawa mereka ke berbagai tempat berbeda. Walaupun ada beberapa momen dimana mereka sulit diatur, Kru KotGa sangat menikmati interaksi antara Ash dan para Genie buatannya. Dari sini kamu benar-benar bisa melihat kalau hubungan diantara mereka memang terasa seperti persahabatan, sesuatu yang memang berusaha game ini sampaikan pada para pemainnya.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview