Review

Dreadout 2

oleh: Rezaalif

Halaman 1

Digital Happiness akhirnya kembali merilis sekuel dari game horor terkenal buatannya, yaitu Dreadout 2. Pada seri pertamanya, game ini sangat terkenal, bahkan membuat Raja YouTuber Gaming dunia, PewDiePie secara rutin memainkan dan menyiarkannya melalui channelnya.

Nah, pada sekuelnya kali ini, Dreadout 2 tetap akan menghadirkan nuansa Indonesia. Namun, jika pada seri pertama karakter utama Linda hanya memiliki mode memotret hantu layaknya Fatal Frame, kini game ini diberikan improvisasi dengan hadirnya mode survival dan beberapa fitur terbaru. Kru KotGa pun telah selesai menamatkan game ini, jadi simak langsung yuk review dari game Dreadout 2.

Baca ini juga :

» Valorant
» Review: LINE POD
» Dead by Daylight Mobile
» Review: Resident Evil 3 Remake
» Ragnarok Frontier
Peningkatan kualitas grafis yang cukup mentereng


Sumber: Dok. KotakGame

Sebelumnya, Dreadout dibuat dengan engine Unity 3D, tapi pada sekuelnya ini Digital Happiness mencoba meningkatkan kualitas grafis dengan menggunakan engine dari Unreal Engine. Hasilnya, kualitas grafis pun meningkat drastis dan cukup detail meski tidak setara dengan game horor buatan publisher besar seperti Resident Evil 2 Remake ataupun The Last of Us.


Sumber: Dok. KotakGame

Kemudian desain dari latar juga dibuat dengan sangat detail ala Indonesia, seperti gedung sekolah, jalanan kota di Bandung, bangunan toko, rumah kos, tukang dagangan, pasar, pedesaan, semuanya dibuat dengan sangat pas. Meski ada beberapa animasi yang terlihat aneh, seperti saat Linda terbangun dari tidur dan menampilkan pergerakan yang kasar dan aneh.


Sumber: Dok. KotakGame

Kemudian desain dari hantu juga semakin bervariasi, seperti hadirnya setan-setan yang memang tampaknya asli buatan dari Digital Happiness tanpa mengikuti budaya dari Indonesia, dan bahkan terlihat seperti monster yang ada di game Silent Hill dan Outlast. Tapi, setan asli Indonesia sendiri juga tetap mendapatkan tempat dengan hadirnya Genderuwo yang sangat besar, Buto Ijo dan Harimau putih yang memang kental dengan mitos-mitos yang ada di Indonesia.

Penuh komedi satir dan kritik sosial yang 'ngena' banget


Sumber: Dok. KotakGame

Dreadout 2 kali ini bisa dibilang adalah kreativitas yang ditingkatkan dengan sangat brilian, di mana Digital Happiness berhasil menyematkan banyak komedi satir yang bikin kita tertawa terbahak-bahak dan kritik sosial dengan penggambaran para NPC yang sangat pas dengan kebiasaan masyarakat di Indonesia, padahal ini adalah game horor, bukan game dengan bobot cerita berat seperti Death Stranding ataupun 1979 Black Revolution.


Sumber: Dok. KotakGame

Lewat beberapa poster iklan bertebaran di sepanjang Kota Maung diisi dengan tema komedi satir. Bahkan, tak hanya poster, tapi juga beberapa spanduk pedagang yang menu makanannya dibuat dengan sangat kocak serta plesetan beberapa merk yang bisa kita screenshoot lalu bisa dibuat menjadi meme untuk diunggah di sosial media.


Sumber: Dok. KotakGame

Kemudian kritik sosial juga sangat kental hadir di dalam Dreadout 2 ini, bahkan Digital Happiness benar-benar berhasil menghadirkan rasa miris sekaligus lucu ketika kita melihat kebiasaan para NPC. Seperti kos-kosan kumuh yang berharga mahal, ibu kos galak yang memakai banyak roll rambut serta merokok, kemudian ada adegan dua kendaraan yang saling tak mau mengalah saat lewat gang sempit, tampilan sungai yang penuh dengan sampah tapi tetap ada orang yang memancing, mobil yang parkir di tempat dilarang parkir, ojek online yang kabur saat melihat opang dan banyak lagi lainnya, begitu dikemas dengan sangat rapih dan jenius.

Mode semi open world yang menyenangkan


Sumber: Dok. KotakGame

Ya, yang sangat mencolok dari Dreadout dan Dreadout 2 adalah hadirnya mode semi-open world. Jadi, saat kita tidak sedang menjalankan misi, kita bisa berkeliling di antara Sekolah Arwana, Kota Maung dan Rumah Sakit. Kita bisa menikmati berkeliling Sekolah Arwana yang sangat seru dengan kegiatan belajar mengajar, kebiasaan para siswa yang memiliki circle masing-masing dan keributan antar siswa, meski hanya beberapa lokasi yang bisa kita akses.


Sumber: Dok. KotakGame

Kemudian ada Kota Maung tempat tinggal Linda di sebuah kos-kosan. Kamu pun bisa mengitari kos-kosan kamu, lalu ke kota yang penuh dengan orang, pasar yang juga penuh dengan pedagang yang sangat khas layaknya pedagang pinggiran yang ada di Indonesia. Kamu juga bisa berpindah dari siang ke malam untuk melihat suasana yang baru.


Sumber: Dok. KotakGame

Menariknya, suasana yang lainnya juga bisa kamu dapatkan dari tiap map saat kamu menjalankan misi yang terkait dengan daerah tersebut. Seperti saat seluruh kota kerasukan di malam hari dan menjadi chaos, lalu sebuah sosok Genderuwo besar berjalan-jalan di tengah kota. Kamu juga bisa membuka lokasi baru dengan menjalankan side quest dari para NPC.

Sayangnya, tidak ada pilihan untuk menjelajahi mode semi-open world ini lagi saat kita sudah menamatkan gamenya, jadi kita harus memiliki save data di salah satu slot, jika kita hanya mau sekedar iseng mengitari daerah tersebut dan memotret beberapa hal menarik.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview