Review

Review Monster Hunter Rise

oleh: Christa

Halaman 2

Konsep Klasik dengan Nuansa Jepang Kuno




Serupa dengan pendahulunya, pemain akan diminta untuk melakukan Character Creation di awal permainan. Mulai dari modifikasi rambut, mata, alis, rambut, bentuk bodi, kulit, usia, otot, dan masih banyak lagi. Meskipun tidak terlalu detail dan sejernih World, kreasi karakter ini sudah cukup memuaskan pemain. Tidak hanya karakter, pemain juga berhak memodifikasi penampilan Palamute.

Baca ini juga :

» Review Mario + Rabbids Sparks of Hope
» Soul Hackers 2
» Review TMNT: Shredder's Revenge
» Review Jade Dynasty: New Fantasy
» Review Elden Ring
Dari segi gameplay, Monster Hunter Rise masih menggunakan dua cara untuk melanjutkan progress permainan, yaitu dengan misi dari Village dan misi dari Hub. Village merupakan progress cerita, sedangkan Hub ini adalah progress misi yang bisa dimainkan bersama teman. Tentunya seperti Monster Hunter klasik, misi dari hub tentunya lebih sulit dibanding misi dari Village.




Berbeda dengan pendahulunya Monster Hunter World yang lekat akan nuansa eropa, Monster Hunter Rise mengusung nuansa Jepang era kuno. Walau Monster Hunter Rise dikatakan lebih kecil dalam skala permainan dibanding dengan Monster Hunter World, namun judul terbarunya ini mampu mendorong batasan yang ada di seri Monster Hunter.




Namun, bukan berarti bahwa Rise tidak cocok dimainkan untuk pemula. Menurut KotGa, Monster Hunter Rise dirancang untuk kalangan fans sejati dan tentunya pemain pemula, yang baru terjun ke dunia Monster Hunter. Sistem dan fitur baru yang hadir di sini bisa dikatakan memudahkan semua Hunters dalam berburu monster. Hanya saja, perlu waktu untuk memahami mekanisme dan kontrol di dalam game yang terbilang variatif.

Wirebug dan Wyvern Riding yang Menjadi Andalan




Satu hal yang membuat Monster Hunter Rise terbilang unik jika dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya adalah adanya sistem Wirebug. Kehadiran Wirebug menjadi sesuatu yang baru di sepanjang franchise Monster Hunter. Fitur ini bisa dibilang sukses memperkaya gameplay di dalam Rise. Mekanik Wirebug memungkinkan para pemain untuk berayun di wilayah yang luas, berlari di dinding-dinding, sampai melakukan gerakan seperti parkour di pegunungan.




Sesuai dengan namanya, Wirebug sendiri merupakan serangga yang dapat mengeluarkan semacam benang atau sutera. Tidak perlu khawatir putus, karena benang tersebut sangat kuat ketika dilempar maupun diayunkan. Sistem Wirebug menjadi mekanisme yang paling diandalkan di sepanjang permainan, serta membantu pemain dalam bereksplorasi secara bebas di lingkungan alam yang sangat luas. Entah itu pemain ingin menarik diri ke tempat yang lebih tinggi, atau hanya melompat jauh ke depan bukan jadi masalah dengan adanya Wirebug.




Tidak hanya untuk eksplorasi, Wirebug juga dapat dimanfaatkan selama pertarungan dengan para monster. Jika di beberapa game Monster Hunter sebelumnya, jenis senjata yang dipilih mempengaruhi gaya bermain dan kecepatan gerakan pemain. Namun tidak lagi di Monster Hunter Rise. Pemain dapat mempercepat pergerakan karakter dengan memanfaatkan Wirebug sepenuhnya. Misalnya, pemain dapat melakukan serangan lompatan dengan senjata yang lebih berat seperti Hammer maupun Great Sword.




Selain Wirebug, Capcom juga menghadirkan mekanisme baru di Monster Hunter Rise, yang disebut Wyvern Riding. Melalui sistem ini, para pemain dapat menunggangi dan mengontrol monster sambil berkelana di alam bebas. Setelah monster mendapatkan damage dari serangan tertentu, pemain bisa menjadikan monster yang dilawan untuk dikendarai. Tidak perlu merasa terburu-buru , pemain masih banyak memiliki banyak waktu untuk mencoba fitur Wyvern Riding.




Meskipun mengendalikan monster ini tergolong sulit di awal permainan, lama kelamaan akan terbiasa menjinakkannya sebagai kendaraan yang bisa ditunggangi. Hal ini tentu memudahkan pemain untuk bergerak lebih cepat dibandingkan harus berjalan kaki atau berlari. Namun perlu diingat bahwa Wyvern Riding memiliki batas waktu untuk mengendarainya. Setelah memberikan damage ke monster, maka pemain akan melihat timer langsung meningkat.




Berbeda dengan Wyvern Riding yang menunggangi monster, pemain juga akan ditemani dengan dua companion sepanjang permainan. Keduanya adalah Palamute yang dapat ditunggangi dan seekor kucing bernama Palico. Bagi fans setia Monster Hunter tentu sudah tidak asing dengan kehadiran kucing imut tersebut, bukan? Sedangkan Palamute juga siap memudahkan pemain dalam berpetualang dan berburu monster. Di samping memungkinkan pemain untuk berkeliling bebas, Palamute juga hadir untuk membantu Hunter saat bertarung.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview