Review

ROG Strix G15 Advantage Edition

oleh: Yohanes

Halaman 4

BATTERY LIFE





Dengan standarisasi Advantage dari AMD pada poin Built to Game yang mengharuskan laptop memiliki SSD NVME, suhu pada tuts WASD yang tidak lebih dari 40 derajat celcius, dan kapasitas baterai yang cukup untuk dipakai menonton setidaknya 10 jam lebih, laptop ini lagi-lagi melebih standarisasi tersebut.

ROG Strix G15 ini punya kapasitas baterai yang terbilang besar yaitu 90 Whrs, yang telah kami tes untuk memutar video dengan kecerahan 50% dan membutuhkan waktu 10 jam lebih 26 menit untuk menghabiskan daya dari penuh.

Baca ini juga :

» Review Motherboard ROG Strix Z690-E Gaming WiFi
» Review Asus ROG Swift PG32UQ
» Review ROG Zephyrus G14 AW SE
» ROG Phone 5 Ultimate
» BenQ Mobiuz EX2701S




ROG Strix G15 ini juga hadir dengan charger 280 Watt, yang terasa cuku besar memang, akan tetapi hal ini masih terbilang bisa dimaklumi, mengingat spesifikasi laptop ini juga terbilang High-End.

PERFORMA dan BENCHMARK


Standarisasi Advantage yang paling utama ialah Amplified Performance yaitu penggunaan CPU dan GPU dari AMD untuk mendapatkan gelar Advantage. Dan tentunya laptop ini sudah pasti memenuhi persyaratan tersebut.

SKU laptop yang kami review ini menggunakan Ryzen 9 5900HX dengan 8 core dan 16 thread dengan frekuensi base clock 3,3 GHZ dan boost clock di 4,6 GHz.

CPU mobile kelas high-end tersebut ditemani kartu grafis AMD Radeon RX 6800M 12GB GDDR6, dengan RAM 2x8GB 3200 Mhz dan storage NVMe PCIe M.2 SSD berkapasitas 1 TB.

Menariknya, ASUS masih menyediakan opsi upgrade storage, dikarenakan masih tersedia satu slot kosong SSD NVMe di dalam.Berikut adalah hasil pengetesan kecepatan storage SSD yang kita test menggunakan Crystal Disk Mark.




SSD NVMe yang digunakan tergolong standar untuk kelas laptop premium, dengan kecepatan Sequential Read di 3177 MB/s dan Sequential Read di 1821 MB/s.

Lanjut ke sesi benchmark.




Kami telah melakukan benchmark untuk mengetahui performa dari ROG Strix G15 Advantage Edition, dengan software Cinebench R20, PC Mark10, 3D Mark Fire Strike dan Time Spy. Ini dia hasilnya.




Dari hasil benchmark sintetis yang telah Kru KotGa lakukan, hasil yang didapatkan terbilang cukup baik untuk ukuran 8 cores, bahkan angka single core Ryzen 9 5900HX ini pada Cinebench R20 tergolong sangat tinggi, tagline #BeneranCepat ternyata memang benar adanya.




Setelah benchmark sintetis, kami juga mencoba performa gaming laptop ini. Kami melakukan uji coba terhadap game non ray tracing seperti Valorant, Dota 2 dan Horizon Zero Dawn.

Untuk game-game esport, laptop ini sudah bisa memaksimalkan kemampuan refresh rate 165Hz pada layarnya dengan average FPS yang cukup stabil bahkan di resolusi 1440p sekalipun. Bahkan jika dirasa masih FPS yang ada masih kurang, bisa turunkan resolusi 1080p untuk FPS boost.




Radeon generasi terbaru ini memang sekarang sudah dapat menjalankan Ray Tracing, meski tanpa core khusus seperti RT cores di Nvidia, dan kami juga menjalankan beberapa benchmark menggunakan Ray Tracing.

Hasil Ray Tracing bisa dibilang tidak maksimal, karena FPS yang didapat setiap kali menghidupkan Ray Tracing secara signifikan menurun drastis. Lagi-lagi kita harus berkompromi dengan resolusi layar, kita menurunkan resolusi ke 1080p untuk mendapatkan FPS yang bisa dikatakan cukup sehingga game terasa playable.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview