Review

Kitaria Fables

oleh: Christa

Halaman 1

Game Indonesia tampak mengalami kejayaan belakangan ini. Salah satunya adalah Kitaria Fables, game simulasi pertanian yang dipadukan dengan action RPG buatan developer asal Yogyakarta. Pada awal September 2021, akhirnya secara resmi, developer Twin Hearts bersama publisher PQube meluncurkan Kitaria Fables di PC via Steam dan konsol seperti Switch, PS4, PS5, Xbox One, dan Xbox Series.

Baca ini juga :

» Review Nintendo Switch OLED
» FIFA 22
» Review ROG Zephyrus G14 AW SE
» Tales of Arise
» Ghost of Tsushima: Director's Cut
Kitaria Fables sendiri merupakan game yang mengombinasikan antara simulasi pertanian dengan action RPG. Dalam game ini, pemain akan berperan sebagai salah satu hewan yang hidup di dunia fabel. Menghadirkan visual yang penuh warna cerah, Kitaria Fables menampilkan makhluk-makhluk yang lucu dan menggemaskan, baik penduduk maupun musuh-musuhnya. Seperti game simulasi pada umumnya, pemain dituntut untuk bercocok tanam, menambang, mengumpulkan material, dan bersosialisasi dengan penduduk sekitar. Namun, menariknya di sini adalah pemain bisa bertarung dan meningkatkan amunisi hingga senjata dan armor.

Kali ini, kru KotGa akan mengulas Kitaria Fables lebih dalam dari berbagai aspek. Penasaran? Simak ulasannya di bawah ini.

Selamat Datang di Paw Village




Di awal permainan, pemain tampaknya tidak bisa memilih jenis hewan yang akan dijadikan karakter. Secara otomatis pemain berperan sebagai seekor kucing pemberani, yang mau menolong hewan-hewan lainnya ketika dalam masalah. Di sepanjang petualangannya, ia ditemani oleh makhluk berwarna pink yang imut bernama Macaron. Cukup disayangkan, Macaron sepertinya tidak terlibat dalam membantu protagonis untuk bertarung. Macaron hanya sekadar companion yang menemani protagonis.




Cerita dimulai oleh munculnya seorang tentara kucing bernama Nyanza di Paw Village. Desa ini awalnya merupakan desa yang tenang dan tentram sebelum mengalami serangan dari monster-monster. Nyanza sendiri merupakan cucu dari seorang petani yang baru saja meninggal. Dirinya kini tinggal di sebuah rumah yang telah ditinggalkan di desa Paw Village, sembari belajar menggunakan sihir untuk melawan monster dan memperkuat peluangnya agar kerajaan bisa menang. Namun petinggi kerajaan justru melarang penggunaan sihir dan apa yang dilakukan Nyanza membawa masalah serius.




Setibanya di Paw Village, Nyanza akan bertemu dengan pamannya bernama Payne. Dialah sosok yang memberikan tempat tinggal lawas dan lahan pertanian untuk bercocok tanam. Di sini, pemain memulai petualangannya di keseharian hidupnya. Tak hanya bercocok tanam, Nyanza juga bisa berlatih menyerang, mengubah penampilan, tidur, hingga melakukan penyimpanan data di sini.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview