Review

Review ASUS ROG Zephyrus G14 Advantage Edition

oleh: Yohanes

Halaman 3

FITUR




Meski desainnya stylish dan ringkas, tapi laptop ini masih memiliki jati diri sebagai laptop multimedia yang disertakan layar akurat dan juga ngebut. SKU yang kita review ini adalah versi FHD 16:10 dengan panel IPS ber-refresh rate 144Hz.




Panelnya sudah anti-glare display, dengan akurasi warna sRGB 100%, AdobeRGB 75.35% yang sudah disertifikasi Pantone Validated. Layarnya sudah three-side bezelless, pada bagian atasnya ada webcam internal yang sudah dapat merekam di 720p dan ada modul IR blasternya juga untuk autentikasi wajah via Windows Hello.

ROG Zephyrus G14 versi 2022 ini juga telah mendukung konektivitas ngebut yaitu Wifi 6e yang sudah sepaket dengan Bluetooth 5.2.

Baca ini juga :

» Revisit ASUS ROG Phone 6
» Review ASUS Zenbook 17 Fold OLED UX9702A
» Cooler Master MasterLiquid ML240 Illusion
» ASUS ROG Strix Z790-I Gaming WiFi
» ASUS ExpertBook B3 Detachable B3000

Audionya dibekali stereo Smart Amp speaker yang didukung oleh teknologi Dolby Atmos dan disertifikasi Hi-Res Audio. Kualitas audionya udah enak separasinya, bassnya sudah ada lah meski tipis, dan karena penempatannya bottom firing, suaranya akan semakin lantang kalau diletakkan di atas meja dibanding kalau dipakai di pangkuan.

Laptop ROG tentu lengkap dengan Armoury Crate yang berfungsi untuk melihat kondisi PC, mengubah pengaturan mode performa dimana profile Turbo akan mengaktifkan GPUnya ke TGP 100 Watt dengan fitur eksklusif dari AMD yaitu Smart Shift, dan akses menuju MUX Switch juga tersedia disini, yang dapat dipilih mau manual ataupun hybrid.





Tentu dengan menyandang Advantage Edition, ada standarisasi yang harus dicapai oleh laptop ini. Tiga hal yang menjadi poin utama ialah Amplified Performance, yaitu memiliki performa minimum 100FPS di resolusi FHD, selain dari memiliki processor dan GPU seri 6000. Selanjutnya ada Premium Visuals, yaitu memiliki spesifikasi minimum di 144Hz+ di FHD atau 120Hz+ di QHD/UHD, 300+ nits brightness, dan 100% sRGB. Lalu yang terakhir ialah Built to Game, yaitu standarisasi spesifikasi seperti minimal memiliki daya tahan baterai hingga 10 jam untuk dipakai menonton video, kurang dari 40 derajat celsius untuk area WASD di keyboard ketika gaming, dan desain yang tipis dan bobot yang ringan.

AMD SmartShift






Karena ini laptop full AMD, tentu ada keuntungan dari CPU dan GPU yang berada di satu ekosistem, dan keuntungan yang pertama adalah AMD SmartShift Technology yang tadi sudah master sebutkan, yaitu fitur yang secara pintar akan mengalokasikan dayanya sesuai aplikasi yang sedang dipakai, contohnya ketika kita bermain game yang membutuhkan power grafis lebih, sistem akan memberikan daya lebih ke GPUnya, sedangkan ketika kita sedang rendering yang membuat CPU bekerja keras, sistem akan mengalokasikan daya lebih ke CPU yang tentu membuat manajemen dayanya lebih efisien, jadi tidak ada daya yang terbuang percuma.

AMD Smart Access Memory






Satu lagi ada AMD Smart Access Memory atau SAM, yang mungkin kamu juga sudah pada tahu nih karena fitur ini cukup populer akhir-akhir ini di desktop maupun laptop, yaitu sebuah fitur dimana CPU mempunyai akses penuh ke memory GPU yang memungkinkan komunikasi data yang lebih cepat, sehingga memberikan boost performa di game yang sedang dimainkan. Inilah kelebihan dari memiliki sistem yang berada di satu ekosistem yang sama, karena komunikasi terasa lebih direct akibat sudah berada dalam satu bahasa yang sama.









Sistem pendinginannya sudah disertakan Vapor Chamber yang didesain khusus oleh ROG, yang diklaim jauh lebih efektif dibanding heatpipe konvensional, dan thermal greasenya juga sudah menggunakan liquid metal dari Thermal Grizzly.

BATTERY LIFE






Meski tipis, tapi laptop ini memiliki baterai besar yaitu 76 Whrs yang sepengalaman kami dalam mengujinya, baterainya cukup awet, apalagi jika kita sudah mengaktifkan MUX Switchnya, karena dalam keadaan default MUX Switch ini masih nonaktif, jadi jangan lupa untuk mengaktifkan fitur ini terlebih dahulu.

Sekedar informasi mungkin ada yang belum tahu apa itu MUX Switch, ini adalah fitur yang akan mengganti antara GPU diskrit ke GPU on-board disaat penggunaannya ringan, jadi daya akan lebih efisien.





Charger brick bawaannya berkekuatan 240 watt, tapi karena laptop ini sudah dilengkapi port  USB-C yang mendukung Power Delivery, pengguna juga bisa mengisi dayanya via USB-C 100 Watt, yang biasanya pada seri lain disuruh beli sendiri, tapi di ROG Zephyrus G14 ini kamu langsung dapet dua, jadi kalau lagi keluar untuk kerja di kafe yang gak membutuhkan power kenceng, power adapter 100 watt-nya sudah cukup lah untuk mengakomodir kebutuhan dayanya.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview