Review

ASUS ExpertBook B3 Detachable B3000

oleh: Yohanes

Halaman 4

BATTERY LIFE





Tablet ini memiliki kapasitas baterai 38 Whrs, akibat penggunaan CPU berbasis ARM, tentu bisa ditebak bahwa poin paling kuatnya ada pada daya tahan baterai, yang dapat bertahan 21 jam.




Chargernya memiliki power 45W dengan konektor USB-C, sehingga power adapternya masih bisa digunakan untuk smartphone juga, sehingga gak perlu bawa banyak-banyak charger.

Baca ini juga :

» Revisit ASUS ROG Phone 6
» Review ASUS Zenbook 17 Fold OLED UX9702A
» ASUS ROG Strix Z790-I Gaming WiFi
» Review ASUS ROG Crosshair X670E Hero
» Review ASUS ROG Phone 6

PERFORMA dan BENCHMARK





Seperti yang sudah disebutkan, bahwa tablet ini menggunakan CPU berbasis ARM yaitu Qualcomm® Snapdragon™ 7c Gen 2, dengan 8 cores dan clock speed up to 2.55 GHz.

Chipset ini sudah sepaket dengan pengolah grafis onboard yaitu Qualcomm® Adreno™ GPU 618, RAM 8G LPDDR4X yang bersifat on board. Tablet ini menggunakan memory eMMC berukuran 128GB, dan berikut adalah hasil pengetesan kecepatan storagenya yang kami uji menggunakan Crystal Disk Mark.




Speed mirip dengan SSD SATA, dengan kecepatan Sequential Read di 251 MB/s dan Sequential Write di 219 MB/s.

Lanjut ke sesi benchmark.

Kami telah melakukan benchmark sintetis untuk mengetahui performa dari ASUS ExpertBook B3 Detachable ini dengan software Cinebench R20, R23, 3D Mark Fire Strike, Time Spy dan Geekbench. Ini dia hasilnya.




Mungkin angka dari hasil benchmark sintetis yang telah kami lakukan ini terasa biasa saja, tapi perlu diingat bahwa ini adalah angka dari chipset ARM yang memang jarang ada, jadi kita juga sulit membandingkan bahwa angkanya ini tinggi atau tidak, mengingat sulitnya mencari kompetitor yang sama-sama bermain di ranah ini.

Gaming Impression




Target pasar dari tablet ini jelaslah bukan gamer, mengingat ini varian ExpertBook yang lekat dengan imej pebisnis, dan penggunaan CPU ARM di ekosistem Windows memang tergolong masih seumur jagung. Banyak aplikasi dan game yang belum support dengan tablet ini, seperti Genshin Impact misalnya yang memang hadir di berbagai platform, akan tetapi game ini kebingungan untuk membaca arsitekturnya, versi Windows biasanya berbasis X86, sedangkan versi mobile yang dapat membaca ARM biasanya berbasis Android maupun iOS. Sehingga jika kamu menginginkan tablet untuk bermain game-game populer, sebaiknya pertimbangkan untuk tidak berada di ekosistem hybrid ini.

Setelah melakukan riset mendalam, kami menemukan bahwa game populer yang bisa dimainkan ialah Minecraft yang dapat di-download via Microsoft Store, pengalaman bermainnya juga sangat bagus tanpa ada stuttering sama sekali. Kami juga mencari game-game steam yang support dengan tablet ini, kami mendapatkan Sonic Classic dan Pac-Man yang ternyata frame-ratenya tidak sebaik sewaktu memainkan Minecraft, hanya berkisar di 18-25 FPS saja.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview