Release Date4 September 2025
ESRB RatingEveryone 10+
Genre2D Side-Scrolling RPG
Publisher
Team Cherry

Developer
Team Cherry

Console
KOTAK GAME RATING
100
PLAYER RATING
100
BERI RATING
Review

Review Hollow Knight: Silksong

Halaman 1

Team Cherry memasak cukup lama buat banyak orang penasaran. Apakah worth it menunggu 7 tahun untuk DLC? Jawabannya iya, dan bahkan tidak hanya sekedar DLC karena Silksong jadi full fledged game dan berhasil guncang tidak hanya ekosistem indie, tetapi video game secara umum.

Hollow Knight: Silksong masih bawa formula yang sama, masih bawa vibes yang sama, dan sebenarnya tidak ada perubahan yang cukup masif. Tetapi seperti yang orang banyak bilang, “don’t fix what’s not broken”. Hollow Knight sendiri sudah jadi salah satu game terbaik yang rilis dekade ini dan memang sudah meningkatkan bar mereka sendiri, jadi barometer game murah berkualitas tinggi.

Silksong hadir walau tidak mengubah banyak hal masif, mereka melakukan hal yang tepat, ekspansi. Buat map yang layoutnya lebih baik, musuh yang lebih agresif, bossfight yang makin seru lagi, dan powerup yang buat playstyle makin beragam. Hornet memang bukan Knight, tetapi berhasil memikat hati saya ketika memainkannya.

Karakterisasi Bawa Peluang Cerita Lebih Luas



Jika kita bandingkan Hornet dan Knight memang terasa di beberapa jam pertama main. Tanpa memuntahkan lore dan spoiler yang besar, kita bisa bandingkan mungkin kurang lebih Knight sebagai Tarnished di Elden Ring dan Hornet seperti Sekiro di Sekiro: Shadows Die Twice. Keduanya adalah karakter ikonik kesayangan gamers tapi ada perbedaan mencolok, tujuan dan ambisi.

Sebagai Knight kita bermain sebagai vessel kosong, tanpa nama tanpa arah dan bahkan dari awal bermain kita benar-benar dibebaskan kesana-kesini layaknya Elden Ring. Knight bisa jadi self-insert kalian atau bahkan bangun background kalian sendiri walau memang dirinya di sepanjang game terutama late game semakin terbuka lore nya. Tapi pada dasarnya, Knight adalah kanvas kosong yang siap kita lukis perjalanannya.

Berbeda dengan Hornet. Hornet adalah anak dari Pale King dan Herrah The Beast. Dirinya punya latar belakang, punya cerita, punya tujuan, dan bukan sosok yang asing dalam dunia ini. Hornet bagaikan Sekiro, adalah sebuah lukisan yang indah, tetapi belum selesai dan kita sebagai player tugasnya adalah membimbing dirinya untuk menyelesaikan lukisan ini.

Walau keduanya berbeda tapi rasanya Hollow Knight: Silksong berhasil membuat karakter Hornet jadi lebih dalam lagi. Terutama jika kalian bermain Hollow Knight yang pertama dan melawan Hornet dua kali (ya, dirinya adalah boss di game pertama), baca jurnal miliknya, dan mungkin menyelesaikan beberapa misi lainnya maka latar belakang ini yang akan membantu kalian lebih memahami karakter Hornet. Di game ini semuanya diperluas dan lebih dipoles lagi membuat Hornet jadi karakter yang lebih menarik dan membuat kita lebih paham lebih dalam tentang ambisi juga tujuannya.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview