
Ada titik tertentu ketika memainkan sebuah game balap di mana saya mulai sadar apakah game tersebut hanya sekadar “seru dimainkan”, atau benar-benar berhasil menangkap fantasi menjadi seorang pecinta mobil. Dan setelah menghabiskan puluhan jam bersama Forza Horizon 6, saya merasa game ini berhasil melakukan keduanya secara bersamaan.
Bukan cuma karena balapannya menyenangkan. Bukan juga hanya karena dunia open-world yang besar dan indah. Tapi karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama, saya merasa seri Horizon akhirnya menemukan bentuk paling matang dari identitasnya sendiri.
Sebagai gamers yang familiar dengan Forza baik itu Motorsport atau Horizon, saya rasa Playground Games kali ini berhasil memasak sesuatu yang sempurna. Ambil semua sisi positif dari semua game Forza sebelumnya lalu dibuat lebih baik lagi di Forza Horizon 6.
Dan ya, saya cukup berani mengatakan ini: Forza Horizon 6 bukan hanya game Horizon terbaik sejauh ini, tapi juga salah satu game racing terbaik yang pernah saya mainkan. Baik game racing arcade, sim, atau simcade kali ini Forza Horizon 6 salip semua genre dan title serupa di genre yang sama.
Jepang Akhirnya Jadi Rumah yang Sempurna untuk Horizon

Mari mulai dari hal yang paling jelas: setting Jepang.
Sudah bertahun-tahun komunitas meminta Horizon mengambil lokasi di Jepang, dan sekarang setelah akhirnya terjadi, saya mengerti kenapa permintaan itu tidak pernah berhenti muncul. Dunia yang dibangun di sini terasa seperti tempat yang memang sejak awal ditakdirkan untuk seri Horizon.
Mulai dari jalanan kota yang dipenuhi neon, jalan tol malam hari, pegunungan touge yang berliku, area countryside yang tenang, sampai jalan pesisir yang panjang—semuanya terasa punya karakter yang sangat kuat. Ini bukan map open-world yang hanya besar untuk dipamerkan skalanya. Dunia di sini benar-benar didesain untuk dinikmati sambil mengemudi.
Dan yang paling saya suka, setiap area punya “feel” berkendara yang berbeda.
Ketika saya membawa mobil JDM ringan ke jalur pegunungan sempit untuk drifting, sensasinya berbeda dibanding saat saya melaju dengan hypercar di jalan tol Tokyo pada malam hari. Bahkan hanya cruising santai tanpa tujuan pun terasa menyenangkan. Ada vibe tertentu yang sulit dijelaskan, tapi sangat mudah dirasakan ketika memainkan game ini.
Baca ini juga :
» Review ROG Zephyrus G14 GA403
» Review: Forza Street Mobile
Inilah salah satu kekuatan terbesar Forza Horizon 6: dunia yang tidak terasa seperti checklist aktivitas, melainkan tempat yang benar-benar hidup.
Playground Games Sudah Terlalu Ahli Membuat Arcade Racer

Hal berikutnya yang langsung terasa adalah betapa nyamannya handling mobil di game ini.
Dan jujur saja, di titik ini saya merasa Playground Games sudah berada di level yang sangat sulit disaingi oleh developer racing game lain. Mereka benar-benar memahami bagaimana membuat arcade racing terasa accessible tanpa kehilangan depth.
Mobil di Forza Horizon 6 tetap mudah dikendalikan untuk pemain baru. Bahkan orang yang jarang memainkan racing game pun kemungkinan besar bisa langsung menikmati sensasi mengemudinya dalam beberapa menit pertama.
Tapi semakin lama saya bermain, semakin terasa bahwa sistem handling-nya punya lapisan yang jauh lebih dalam dari sekadar “mobil gampang dibelokkan”.
Setiap jenis kendaraan punya bobot dan karakter berbeda. Mobil muscle terasa liar ketika dipaksa menikung cepat. Mobil rally terasa agresif di medan tanah. Mobil drift terasa ringan dan responsif. Sementara hypercar modern benar-benar terasa seperti mesin kecepatan brutal yang nyaris terlalu cepat untuk jalan umum.
Dan semua itu berhasil disampaikan tanpa membuat game terasa terlalu simulatif.
Inilah keseimbangan yang menurut saya sangat sulit dicapai oleh racing game modern. Banyak game terlalu condong ke simulasi hingga terasa melelahkan, sementara yang lain terlalu arcade sampai kehilangan rasa mengemudi. Forza Horizon 6 berhasil berdiri tepat di tengah.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Gak Sukses, Game Mobile Forza Street Resmi Tu...