




Nintendo kembali menjadi sorotan dengan langkah tegasnya dalam melawan praktik scalping, aksi menjual kembali barang pre-order dengan harga tinggi terkait perilisan Nintendo Switch 2. Demi memastikan konsol ini benar-benar sampai ke tangan para gamer sejati, perusahaan asal Jepang ini memberlakukan sejumlah syarat ketat bagi siapa pun yang ingin melakukan pre-order.
Dalam upaya mencegah para calo memanfaatkan hype, Nintendo menetapkan tiga syarat utama untuk bisa mengakses pre-order Switch 2:
Strategi ini dinilai cukup ampuh karena sulit untuk memalsukan atau "menyiapkan" akun dengan ketentuan seperti itu secara instan. Hanya gamer yang memang sudah lama menggunakan ekosistem Nintendo yang bisa memenuhi syarat ini, menjauhkan para oportunis dari akses pre-order.
Sayangnya, langkah tegas Nintendo ini belum sepenuhnya mampu menutup celah. Beberapa pengecer pihak ketiga seperti Argos, Smyths, dan Game di Inggris terlihat masih menerapkan kebijakan pre-order yang lebih longgar. Alhasil, peluang untuk scalping tetap terbuka di jalur distribusi ini.
Seperti dilaporkan oleh Eurogamer, praktik scalping terlihat nyata di platform online seperti eBay. Beberapa penawaran pre-order Nintendo Switch 2 bundle telah muncul dengan harga yang melambung tinggi. Misalnya:
» Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen Resmi Rilis 9 Oktober 2026, Hadirkan Region Baru dan Debut di Nintendo Switch
» [VIDEO] BENERAN GOTY (G̶a̶m̶e̶ Ganteng Of The Year) | Review 007 First Light
» Update Gratis Sonic Racing: CrossWorlds, Arle Resmi Hadir!
» [VIDEO] Healing ke Jepang Sambil Drifting dan Balapan Lawan Gundam? | Review Forza Horizon 6
» Tales of ARISE – Beyond the Dawn Edition Kini Telah Tersedia di Nintendo Switch™ 2!
Di pasar Inggris, situasinya juga tidak jauh lebih baik. Paket Switch 2 yang sama dijual mulai dari £540 hingga £630. Bahkan ada yang berhasil menjual hanya konsolnya saja—tanpa game Mario Kart dengan harga £550. Untungnya, sebagian besar penawaran tersebut setidaknya menawarkan pengiriman gratis, meskipun harganya tetap tidak masuk akal jika dibandingkan dengan harga ritel resminya.
Tingginya ongkos kirim di Amerika Serikat ternyata dipicu oleh penundaan jadwal pre-order Switch 2 yang awalnya dijadwalkan pada 9 April, namun harus ditunda karena kebijakan tarif baru dari mantan Presiden Trump. Akibatnya, banyak penggemar di AS membeli dari luar negeri seperti Kanada dan Australia, yang otomatis menaikkan biaya pengiriman.
Namun, dibandingkan dengan Inggris, volume penjualan dari luar negeri ini masih terbilang rendah. Salah satu penyebabnya adalah harga yang terlalu ambisius beberapa penjual bahkan mencoba menawarkan Switch 2 dengan harga fantastis di kisaran $900 hingga $1.300, padahal harga resminya hanya sekitar $400. Untungnya, belum ada laporan pembeli yang benar-benar membayar harga semahal itu.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen Resmi Rilis 9...