




Belum genap sebulan sejak 2XKO resmi meluncur di PlayStation 5 dan Xbox Series X/S, Riot Games sudah mengambil langkah berat. Pengembang League of Legends tersebut mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 80 karyawan, menyusul performa game fighting tag-team itu yang dinilai belum menunjukkan momentum sesuai harapan.
Dalam blog resmi yang dipublikasikan pada 9 Februari, produser eksekutif Tom Cannon menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah Riot mengevaluasi perilaku pemain sejak ekspansi 2XKO dari PC ke konsol.
“Keputusan ini tidak dibuat dengan mudah,” tulis Cannon.
“Saat kami memperluas 2XKO dari PC ke konsol, kami melihat pola keterlibatan pemain yang cukup konsisten. Game ini memang memiliki basis penggemar yang sangat passionate, tapi secara keseluruhan momentumnya belum cukup kuat untuk menopang tim sebesar ini dalam jangka panjang.”
Mengusung karakter-karakter dari semesta Runeterra, 2XKO tampil dengan animasi cel-shaded yang stylish, efek visual mencolok, serta sistem combo cepat yang dirancang ramah penonton—formula yang secara teori sangat cocok untuk komunitas fighting game.
— Riot Games (@riotgames) February 9, 2026
Namun, realitanya tidak sepenuhnya seindah itu. Saat masuk Early Access di PC pada Oktober tahun lalu, 2XKO gagal menciptakan gebrakan besar di kancah fighting game community (FGC). Versi 1.0 yang dirilis bulan lalu dan debut di konsol memang menunjukkan performa yang cukup solid—bahkan menjadi game free-to-play ketiga paling banyak diunduh di PS4 dan PS5, mengungguli judul seperti Marvel Rivals dan Highguard.
Di atas kertas, pencapaian itu terbilang positif. Namun tampaknya ekspektasi Riot jauh lebih tinggi.
Banyak pihak berspekulasi bahwa Riot berharap 2XKO bisa langsung menjadi fenomena besar, setara dengan dominasi League of Legends di genre MOBA. Ada pula yang menduga bahwa pemangkasan tim ini memang sudah menjadi bagian dari strategi pasca-rilis—terutama di tengah upaya Riot mencari kesuksesan di luar LoL, yang sejauh ini masih menjadi tulang punggung utama perusahaan.
Meski begitu, Cannon menegaskan bahwa 2XKO tidak akan dihentikan. Riot tetap berkomitmen melanjutkan pengembangan game ini, meski dengan tim yang lebih ramping.
“Keputusan ini mencerminkan perubahan cara kami beroperasi,” tulis Cannon.
“Ini bukan penilaian terhadap individu-individu di Riot, dan bukan pula tanda bahwa perjalanan 2XKO sudah berakhir. Kami menata ulang tim agar game ini bisa memiliki jalur yang lebih berkelanjutan.”
Tim yang tersisa akan tetap menjalankan rencana kompetitif tahun pertama, serta menghadirkan update konten ke depannya.
I was hit by the 2XKO layoffs at Riot today.
— David Bolton (@davidboltonart) February 10, 2026
It was an honor working on the champs as a character artist. Tons of incredible work from the team, and I can't wait for you all to see it.
Don't lose hope in 2XKO, it's an incredible game made by incredible people, epic champs coming. https://t.co/kcSpn6tK3W
Cannon juga mengakui bahwa waktu pengumuman PHK ini terasa sangat buruk, terutama bagi komunitas yang baru saja menyambut rilis penuh 2XKO di konsol.
Baca ini juga :
» Collab Mengejutkan Akan Hadir di Fatal Fury: City of the Wolves? Kenshiro di tease oleh SNK!
» Lineup Untuk EVO Vegas 2026 dan EVO Japan 2026 Diumumkan, Mortal Kombat Harus Absen!
» Riot Games Umumkan Blitzcrank Sebagai Karakter Terbaru 2XKO
» SEGA dan Ryu Ga Gotoku Pamerkan Gameplay Baru New Virtua Fighter, Lebih Realistis dan Halus!
» Daftar Pemenang EVO 2025 Beserta Placement
“Saya tahu update ini akan menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran,” ujarnya.
“Itu sangat bisa dimengerti.”
Sayangnya, ia tidak memberikan detail tambahan yang benar-benar bisa menenangkan kekhawatiran para pemain soal masa depan jangka panjang 2XKO.
Dengan basis penggemar yang loyal namun pertumbuhan yang lambat, 2XKO kini berada di posisi krusial. Riot masih memegang kendali penuh, tetapi langkah efisiensi ini menunjukkan bahwa bahkan proyek besar dari studio raksasa pun tidak kebal terhadap tekanan performa pasar.
Apakah 2XKO bisa bangkit dan menemukan momentumnya sendiri di tengah kompetisi ketat genre fighting game? Atau justru akan menjadi pengingat bahwa nama besar saja tak selalu cukup?
Jawabannya akan sangat bergantung pada bagaimana Riot mengelola fase “hidup kedua” game ini—dengan tim yang lebih kecil, ekspektasi yang lebih realistis, dan komunitas yang menunggu bukti nyata.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Collab Mengejutkan Akan Hadir di Fatal Fury: ...