




Sebagai sebuah game yang mendapat cukup banyak perhatian pada The Game Award 2025 silam, game live service Highguard mendapat sorotan yang beragam di kalangan gamer. Pasalnya, pemilihan game untuk penutupan The Game Award “biasanya” mempunyai value paling ditunggu, dan dengan Highuard sebagai penutup acara salah satu paling bergengsi di industri game, banyak gamer tidak sebegitunya senang.
Rilis pada awal tahun 2026, Highuard adalah game free-to-play shooter PvP yang dikembangkan oleh Wildlight Entertainment dan didukung oleh Tencent. Sebuah premis yang sebenarnya cukup manis jika sebuah game didukung oleh sang Raksasa Teknologi China tersebut, Highuard dipastikan tidak akan kekurangan biaya dalam pengembangan dan eksplorasi gamenya.
Hal ini terbukti benar adanya, efek The Game Awards menciptakan hype yang sangat baik untuk Highguard, dengan puncaknya ada sekitar 97.249 jumlah pemain (yang tercatat di steam) yang memainkan game ini secara bersamaan pada tanggal releasenya. Hal ini menjadi awal yang manis bagi Highguard dan Wildlight Entertainment.
Namun, secara ironis hal itu hanya bertahan hanya dalam “sekejap mata” Highguard malah ikut dalam contoh klasik dari gagalnya game-game live-service shooter. Hal ini sebenarnya tidak bisa terlepas dari bagaimana pasar mungkin sudah jenuh dengan gelombang game shooter yang mesti kita akui, sudah terlalu banyak.
Baca ini juga :
» Sony Tepis Alasan Tencent Soal Light of Motiram yang Plagiat Horizon
» Akhirnya Sony Resmi Tuntut Tencent Karena Game Light of Motiram yang Dibilang Mirip Horizon
» Light of Motiram, Game Dari Tencent yang Mirip Horizon Series Bagikan Video Gameplay
» Ubisoft Dapatkan Suntikan Dana, 1.16 Biliun Euro Dari Tencent!
» Amerika Serikat Blacklist Tencent Atas Tuduhan Perusahaan Militer Tiongkok
Fenomena ini tentunya memengaruhi Wildlight Entertainment selaku pengembang game ini. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada internal mereka, kegagalan mempertahankan hype dan terus merosotnya jumlah para pemain membuat mereka merugi, hingga tidak lama berselang muncul kabar bahwa banyak dari pegawainya terkena PHK. Sontak ini membuat publik turut ikut menyoroti mereka, secara spesifik tentang apa yang sebenarnya salah dengan game ini?
Melansir dari laporan Schreier di Bloomberg, banyak dari ex-karyawan Wildlight Entertainment ini membuka suara mengenai proses pengembangan game ini yang pada awalnya didesain sebagai game Shooter Survival macam Rust, akan tetapi selama pengembangannya tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Hingga 2 tahun berlalu, game ini beralih haluan menjadi game Shooter Kompetitif.
Highguard dropped below 200 players on Steam.
— Pirat_Nation 🔴 (@Pirat_Nation) March 2, 2026
The game is free. pic.twitter.com/XBxu0wNSxQ
Perubahan dalam pengembangan mereka inilah yang diduga kuat menjadi alasan terbesar “gagalnya” game ini untuk para gamer, terbukti dengan turun drastisnya jumlah pemain dan menyisakan kurang dari 200 pemain aktif. Melihat hal ini, tidak mengagetkan mestinya jika Tencent kecewa hingga mau menarik pendanaannya dari mereka.
Bagaimana menurutmu? Adakah upaya yang mampu dilakukan Wildlight Entertainment untuk bertahan?
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Sony Tepis Alasan Tencent Soal Light of Motir...