NEWS

Preview Echoes of Aincrad - Punya Potensi Besar Jadi Game Terbaik SAO!

Adithya Mahesa   |   3 Hari yang lalu


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Dunia Sword Art Online selalu punya daya tarik yang sulit dijelaskan bagi penggemar anime maupun gamer yang tumbuh bersama serialnya. Ada sesuatu yang begitu ikonik dari konsep terjebak di dalam sebuah game VRMMO di mana kematian di dalam game berarti kematian di dunia nyata. Premis sederhana itu menjadi fondasi dari banyak cerita epik di dalam franchise ini, dan kini melalui Echoes of Aincrad, pengalaman tersebut mencoba dihidupkan kembali dalam bentuk game action RPG yang berfokus pada petualangan single-player. Dari pengalaman awal yang sempat saya rasakan, Echoes of Aincrad memberikan kesan bahwa proyek ini memiliki ambisi untuk menjadi salah satu adaptasi Sword Art Online yang benar-benar serius dalam menghadirkan dunia Aincrad secara lebih hidup, walaupun masih ada beberapa sisi yang terasa belum sepenuhnya matang.

Hal pertama yang langsung terasa saat mulai menjelajahi Echoes of Aincrad adalah bagaimana game ini berusaha menghadirkan kembali atmosfer lantai-lantai awal Aincrad dengan pendekatan visual yang kental dengan gaya anime. Kota awal yang menjadi pusat aktivitas pemain terasa cukup hidup dengan NPC yang bergerak, toko yang bisa dikunjungi, serta berbagai aktivitas kecil yang membuat area tersebut terasa seperti hub dunia MMORPG sungguhan. Penggemar serial Sword Art Online tentu akan langsung mengenali nuansa nostalgia yang dibangun di sini, terutama karena banyak elemen visual yang secara sengaja dibuat menyerupai interpretasi dunia Aincrad yang kita lihat di anime. Arsitektur kota yang sederhana namun penuh detail kecil, desain karakter yang tetap setia pada gaya ilustrasi anime, serta efek skill yang penuh warna memberikan kesan bahwa game ini benar-benar ingin menjadi jembatan antara pengalaman menonton anime dan memainkan petualangan sendiri di dalamnya.

 

Ketika mulai masuk ke dalam eksplorasi dungeon dan area luar kota, Echoes of Aincrad mencoba memperluas skala petualangannya dengan menghadirkan map yang cukup terbuka untuk ukuran game action RPG berbasis anime. Area hutan, padang rumput, dan jalur menuju dungeon dirancang dengan layout yang memungkinkan pemain menemukan musuh, quest sampingan, hingga berbagai loot tersembunyi. Pendekatan ini terasa seperti upaya untuk menciptakan pengalaman yang sedikit lebih bebas dibandingkan game Sword Art Online sebelumnya yang cenderung terasa linear. Meskipun tidak sepenuhnya open-world, struktur area yang cukup luas ini memberikan ruang bagi pemain untuk benar-benar merasakan sensasi menjelajahi lantai Aincrad seperti seorang pemain MMORPG yang sedang berburu monster untuk menaikkan level.

Namun inti dari Echoes of Aincrad tetap berada pada sistem combat-nya yang mencoba menggabungkan elemen action RPG dengan mekanik skill khas Sword Art Online. Pertarungan berlangsung secara real-time dengan fokus pada penggunaan skill berbasis weapon art yang bisa dikombinasikan untuk menghasilkan serangan yang lebih efektif. Gerakan karakter terasa cukup responsif, terutama ketika menggunakan kombinasi serangan ringan dan skill khusus untuk memancing stagger pada musuh. Ada sensasi memuaskan ketika berhasil mengeksekusi rangkaian skill dengan timing yang tepat, terutama karena efek visualnya cukup spektakuler dengan animasi pedang yang cepat dan efek cahaya yang khas seperti yang sering muncul dalam adegan pertarungan di anime.

Salah satu aspek yang cukup menarik dari sistem combat ini adalah bagaimana game mencoba mendorong pemain untuk memahami pola serangan musuh sebelum melakukan serangan balik yang efektif. Musuh tidak hanya berdiri diam menunggu dipukul, tetapi juga memiliki pola gerakan dan skill yang bisa membuat pemain kewalahan jika terlalu ceroboh. Dalam beberapa pertarungan, terutama saat menghadapi musuh yang lebih besar atau mini-boss, pemain harus memanfaatkan dodge, positioning, dan timing serangan secara tepat agar tidak terkena damage yang terlalu besar. Pendekatan ini membuat combat terasa sedikit lebih taktis dibandingkan sekadar menekan tombol serangan secara berulang.

 

Walaupun begitu, sistem pertarungan yang ditawarkan masih terasa seperti memiliki potensi yang belum sepenuhnya dimaksimalkan. Dalam beberapa situasi, animasi serangan terasa sedikit kaku ketika transisi dari satu skill ke skill lain tidak berjalan sehalus yang diharapkan. Ada juga momen di mana lock-on system terasa kurang presisi, terutama ketika menghadapi beberapa musuh sekaligus di area yang sempit. Hal-hal kecil seperti ini memang tidak langsung merusak pengalaman bermain, tetapi cukup terasa bagi pemain yang sudah terbiasa dengan action RPG modern yang memiliki sistem kontrol lebih halus.

Selain combat dan eksplorasi, Echoes of Aincrad juga memberikan porsi cukup besar pada interaksi karakter dan storytelling yang mencoba mengikuti semangat cerita asli Sword Art Online. Pemain akan bertemu berbagai karakter yang memiliki cerita dan motivasi masing-masing, dan interaksi ini sering kali menjadi jembatan untuk membuka quest baru atau memperdalam dunia Aincrad itu sendiri. Dialog antar karakter terasa cukup hidup, terutama karena penyajiannya masih mempertahankan gaya visual novel yang dipadukan dengan cutscene sederhana. Bagi penggemar cerita Sword Art Online, pendekatan ini cukup efektif dalam menciptakan rasa kedekatan dengan karakter-karakter yang ditemui selama petualangan.

Di sisi lain, pacing cerita masih terasa sedikit tidak konsisten dalam beberapa bagian. Ada momen di mana alur cerita terasa cukup menarik dan penuh ketegangan, tetapi kemudian melambat ketika pemain harus menjalani beberapa quest yang terasa seperti filler. Quest semacam ini biasanya melibatkan aktivitas sederhana seperti mengalahkan sejumlah musuh tertentu atau mengumpulkan item dari area tertentu. Walaupun mekanik seperti ini cukup umum dalam RPG, penyajiannya terkadang terasa kurang variatif sehingga sedikit mengganggu ritme cerita yang sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi lebih dramatis.

Dari sisi presentasi audiovisual, Echoes of Aincrad menunjukkan bahwa tim pengembang memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai identitas visual Sword Art Online. Desain karakter tetap mempertahankan ciri khas anime dengan model 3D yang cukup detail, sementara efek skill dan animasi pertarungan berusaha meniru gaya dramatis yang sering terlihat dalam adegan pertarungan di serialnya. Musik latar juga memberikan kontribusi besar dalam membangun atmosfer petualangan, terutama ketika pemain menjelajahi area luas atau menghadapi boss yang lebih kuat.

Baca ini juga :

» Reuni Max dan Chloe: Babak Terakhir Saga Life is Strange Siap Rilis Maret 2026!
» Gundam Barbatos Lupus Resmi Hadir di GBO2! Cek Skill Gila dan Event Terbarunya!
» Babak Final Dimulai! MY HERO ACADEMIA: All's Justice Resmi Meluncur di Konsol dan PC
» Captain Tsubasa 2: World Fighters Siap Guncang 2026! Intip Fitur Barunya di Sini
» Sword Art Online Live Action Resmi Pindah Tangan Ke Netflix, Akan Rilis Di Platform Streaming

Walaupun demikian, kualitas visual di beberapa area masih terasa sedikit tidak konsisten. Ada bagian map yang terlihat cukup indah dengan pencahayaan yang baik dan detail lingkungan yang menarik, tetapi ada juga area yang terasa lebih kosong dan kurang memiliki variasi elemen visual. Hal ini mungkin merupakan konsekuensi dari upaya untuk menghadirkan area eksplorasi yang lebih luas, tetapi tetap menjadi sesuatu yang cukup terasa ketika berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.

 

Jika melihat keseluruhan pengalaman awal yang ditawarkan, Echoes of Aincrad terasa seperti sebuah proyek yang memiliki fondasi cukup kuat tetapi masih membutuhkan penyempurnaan di berbagai sisi. Sistem combat yang cukup menyenangkan, dunia yang berusaha terasa hidup, serta pendekatan storytelling yang tetap setia pada semangat Sword Art Online menunjukkan bahwa game ini memiliki potensi untuk menjadi salah satu adaptasi yang lebih menarik dibandingkan beberapa judul sebelumnya. Namun pada saat yang sama, masih ada berbagai aspek teknis dan desain gameplay yang terasa belum sepenuhnya matang sehingga pengalaman bermainnya belum mencapai level yang benar-benar memukau.

Terlepas dari berbagai kekurangan yang masih terlihat pada tahap awal ini, Echoes of Aincrad tetap berhasil memberikan gambaran mengenai arah yang ingin diambil oleh pengembangnya. Alih-alih sekadar menghadirkan ulang cerita Sword Art Online secara linear, game ini mencoba menciptakan pengalaman yang membuat pemain benar-benar merasa seperti bagian dari dunia Aincrad itu sendiri. Perjalanan menaikkan level, menjelajahi dungeon, berinteraksi dengan karakter lain, hingga menghadapi monster kuat di setiap lantai memberikan nuansa petualangan yang cukup autentik bagi penggemar serial ini.

 

Pada akhirnya, kesan terbesar yang saya dapatkan dari preview Echoes of Aincrad adalah bahwa game ini memiliki ambisi yang cukup besar untuk menghadirkan kembali pesona dunia Sword Art Online dalam format action RPG modern. Masih ada beberapa sisi yang terasa kasar dan membutuhkan penyempurnaan, tetapi fondasi gameplay dan atmosfer yang sudah dibangun menunjukkan bahwa proyek ini memiliki potensi untuk berkembang menjadi pengalaman yang jauh lebih menarik ketika versi finalnya benar-benar dirilis. Jika pengembang mampu memperbaiki berbagai kekurangan teknis sekaligus memperdalam sistem gameplay yang sudah ada, Echoes of Aincrad bisa saja menjadi salah satu adaptasi Sword Art Online yang akhirnya berhasil memberikan pengalaman bermain yang benar-benar terasa seperti hidup di dalam dunia Aincrad.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru