NEWS

30 Miliar Foto Pokemon Go Susun Peta Dunia Untuk Robot Pengantar

Archie Gummy   |   9 jam yang lalu


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Pokémon Go bukan cuma game berburu monster, tapi juga sumber data besar yang sekarang dipakai untuk membantu robot pengantar barang berjalan lebih akurat. Niantic Spatial, perusahaan AI turunan dari Niantic, mengumpulkan sekitar 30 miliar foto bangunan dan landmark kota dari pemain Pokémon Go dan Ingress, lengkap dengan lokasi yang sangat presisi. Dari data ini mereka membuat sistem pemetaan dan penentuan posisi visual yang bisa mengetahui posisi hanya dari foto lingkungan di sekitar, dengan akurasi sampai beberapa sentimeter, bahkan di tempat yang sulit untuk GPS.

Teknologi ini dipakai Coco Robotics, startup yang mengoperasikan sekitar 1.000 robot pengantar di kota-kota seperti Los Angeles, Chicago, Jersey City, Miami, dan Helsinki. Robot ini berjalan di trotoar dengan kecepatan sekitar lima mil per jam dan sudah melakukan lebih dari 500.000 pengantaran.

Niantic Spatial melatih modelnya dengan gambar yang terkonsentrasi di lokasi-lokasi populer dalam game, seperti arena pertarungan Pokémon, sehingga di lebih dari satu juta titik mereka punya ribuan foto dari berbagai sudut, waktu, dan cuaca. Setiap foto memiliki data lengkap tentang posisi dan arah ponsel saat diambil, sehingga model bisa belajar menghubungkan tampilan visual dengan posisi di dunia nyata. Data ini kemudian diadaptasi ke sudut pandang kamera robot yang lebih rendah dan menghadap ke segala arah, yang menurut Coco cukup mudah disesuaikan.

Coco yakin teknologi Niantic akan membuat robot bisa berhenti di titik jemput yang tepat di depan restoran tanpa menghalangi orang, dan sampai tepat di depan pintu rumah pelanggan, bukan beberapa langkah sebelumnya. Perusahaan lain seperti Starship Technologies juga memakai sistem visual untuk memetakan lingkungan, namun Niantic punya keunggulan berupa basis data global yang sangat besar dari para pemain game. Bagi Niantic Spatial, kerja sama ini adalah awal dari pembangunan “living map”, peta digital dunia yang sangat detail dan terus diperbarui seiring robot dan perangkat lain mengirim data baru.

Baca ini juga :


» Teori Starters Pokemon Winds dan Pokemon Waves, Terinspirasi Kultur Indonesia!
» Pokémon Evolusi Mega ex Hadir Dalam Format Starter Deck Siap Main
» Artist Pokemon Akui Ultra Beast Sebelumnya Adalah Ide Yang Ditolak Dan Dibenci
» Bocoran Map Pokemon Wind/Waves, Peta Indonesia Tapi Diubah Posisinya?
» Nintendo Umumkan Pokemon Pokopia Masuk Sebagai Game Key Card, Buat Fans Geram

Peta seperti ini bukan hanya menunjukkan titik koordinat, tapi juga memberi informasi tentang objek di sekitarnya agar mesin bisa memahami apa yang mereka lihat. Perusahaan seperti Niantic Spatial dan ESRI ingin mengisi peta dengan deskripsi dan label sehingga robot dan sistem AI lain bisa menggunakan peta sebagai panduan untuk bergerak dan berinteraksi di lingkungan manusia.

Di saat bersamaan, banyak peneliti AI sedang mengembangkan world model untuk menambah kemampuan model bahasa yang masih lemah dalam memahami dunia fisik. Niantic Spatial memilih fokus pada rekonstruksi dunia nyata sedetail mungkin, dengan ambisi pada akhirnya bisa “menangkap semuanya” dalam peta digital yang bisa dipakai berbagai robot dan perangkat AR di masa depan.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru