




Sebuah toko di Jepang bikin langkah unik untuk melawan scalper kartu Pokémon—dan caranya cukup “niat”: pakai kuis. Toko elektronik populer Bic Camera Ikebukuro dilaporkan menerapkan sistem tes wajib bagi pembeli Pokemon Trading Card Game. Jadi sebelum bisa beli, pelanggan harus menjawab 15 pertanyaan seputar Pokémon dengan benar. Pertanyaannya diambil secara acak dari bank soal, mulai dari yang simpel seperti mengenali Pokémon di kemasan, sampai pengetahuan dasar lain yang seharusnya mudah bagi fans sejati.
Tujuannya jelas: menyaring pembeli asli dari para reseller yang cuma ingin membeli untuk dijual kembali dengan harga tinggi. Dan hasilnya? Menurut laporan yang beredar, banyak scalper justru gagal lolos tes ini.
池袋西口のビックカメラでポケモンクイズに答えられた人だけがポケモンカード買えた。階段で必死に覚えるベトチャイたくさんいたけどクイズは15問くらいあってランダムの出題だから誰一人買えてなかった。次々に撃沈してあきらめて去っていくベトチャイの顔が忘れられない。全店舗でやってくれ!!! pic.twitter.com/gN567Od3rg
— くま (@kuma_kuma00000) April 27, 2026
Toko juga menerapkan aturan ketat:
• Dilarang memotret soal
•Tidak boleh menggunakan HP saat mengerjakan
• Jika ketahuan curang, transaksi langsung dibatalkan
Ada satu “filter” tambahan yang cukup efektif: semua pertanyaan disajikan dalam bahasa Jepang. Jadi bagi yang tidak paham, peluang lolosnya makin kecil. Sebelumnya, toko ini juga sudah membatasi pembelian hanya satu box per orang. Tapi praktik seperti datang berkelompok atau menyuruh orang lain membeli masih sering dilakukan oleh scalper. Dengan adanya kuis ini, setidaknya ada lapisan proteksi tambahan yang lebih sulit untuk “diakali”.
Baca ini juga :
» Ramai Pokemon TCG Sampai Harga Miliaran, Mendag Buka Suara
» 30 Miliar Foto Pokemon Go Susun Peta Dunia Untuk Robot Pengantar
» Teori Starters Pokemon Winds dan Pokemon Waves, Terinspirasi Kultur Indonesia!
» Pokémon Evolusi Mega ex Hadir Dalam Format Starter Deck Siap Main
» Dark Magic Attack!!! Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL Rayakan 4 Tahun Perilisan dengan Dark Magician Baru!
Metode ini langsung mendapat banyak respon positif dari komunitas. Banyak yang berharap toko lain bisa menerapkan cara serupa untuk melindungi fans asli dari praktik scalping. Ini juga bukan pertama kalinya brand Pokémon mengambil langkah anti-scalper. Sebelumnya, mereka pernah menjual merchandise tertentu dengan sistem made-to-order untuk menghindari harga reseller yang tidak masuk akal. Kalau metode seperti ini makin umum, bisa jadi ke depannya beli kartu Pokémon bukan cuma soal cepat—tapi juga soal seberapa “fan sejati” kamu.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Ramai Pokemon TCG Sampai Harga Miliaran, Mend...