




Rumor soal kolaborasi developer Kingdom Come dengan semesta The Lord of the Rings lagi ramai dibahas, tapi studio-nya sendiri masih main aman dan ogah buka kartu. Di satu sisi, mereka mengakui sedang mengerjakan sebuah proyek RPG yang digambarkan sebagai game besar dan sangat mendalam. Di sisi lain, ketika ditanya langsung soal apakah proyek itu berkaitan dengan Middle-earth dan di bawah payung Embracer, mereka memilih menjawab dengan bercanda dan mengelak tanpa memberikan konfirmasi apa pun. Buat fans yang sudah lama menunggu game singleplayer LOTR baru, posisi serba menggantung ini jelas bikin penasaran sekaligus geregetan.
Warhorse Studios, the developers behind Kingdom Come: Deliverance, have addressed ongoing rumours that they are working on a Lord of the Rings video game.
— Pirat_Nation 🔴 (@Pirat_Nation) May 2, 2026
Content director Ondřej Bittner responded to a direct question about the project by saying: “I cannot disclose details but I… pic.twitter.com/ZA5i2jUOfT
Awal mula rumor ini datang dari sebuah podcast Tolkien berbahasa Polandia, di mana seorang spesialis lokalisasi veteran menyebut kalau ia mendengar kabar soal proyek Lord of the Rings yang sedang dikerjakan oleh studio pembesut Kingdom Come. Nama yang bersangkutan punya rekam jejak kerja bareng studio besar seperti CD Projekt dan BioWare, jadi otomatis ucapannya cukup punya bobot di mata komunitas. Meski begitu, sumbernya tetap saja sekadar gosip dari orang ketiga, bukan pengumuman resmi. Studio pun sebelumnya sempat bungkam ketika dimintai komentar, sampai akhirnya memilih merespons lewat forum komunitas.
Lewat sebuah postingan di Reddit, community manager studio tersebut menegaskan bahwa mereka tidak bisa mengomentari proyek masa depan hingga saatnya tiba. Jawabannya dikemas dengan nada bercanda, bahkan sempat menyinggung soal mesin waktu sebagai satu-satunya cara untuk tahu lebih cepat. Pernyataan ini tidak membenarkan rumor, tapi juga tidak membantahnya secara tegas, sehingga ruang spekulasi tetap terbuka lebar. Menyusul komentar itu, sang content director ikut turun tangan dan memberikan sedikit teaser yang lebih menggoda.
Dalam komentar terpisah, sang content director menyebut bahwa mereka sedang mengerjakan sesuatu yang ia gambarkan sebagai sebuah RPG yang besar dan imersif. Ia tidak bisa membocorkan detail, tetapi jelas ingin menegaskan bahwa proyek ini bukan sesuatu yang kecil atau sampingan. Di kalangan pemain yang sudah mengenal Kingdom Come, deskripsi ini langsung memicu imajinasi soal kemungkinan RPG Lord of the Rings yang digarap dengan pendekatan realistis khas mereka. Apalagi, sudah cukup lama tidak ada game singleplayer LOTR berskala besar yang benar-benar fokus ke pengalaman cerita dan eksplorasi dunia, bukan sekadar adaptasi film atau proyek live service.
Baca ini juga :
» Warhorse Studio Konfirmasi Rumor Game Lord Of The Rings
» Untung Besar, 24 Jam Rilis Kingdom Come Deliverance 2 Sudah Balik Modal
Tentu saja, bayangan sebuah RPG LOTR buatan studio ini datang dengan campuran harapan dan kekhawatiran. Dari sisi gameplay, rekam jejak mereka di genre role-playing cukup solid, terutama dalam membangun dunia yang detail dan sistem yang menuntut pemain benar-benar tenggelam dalam setting sejarah atau lore. Namun di sisi lain, reputasi salah satu pendiri studionya sempat menimbulkan kontroversi, mulai dari dukungannya terhadap gerakan tertentu hingga komentar-komentar politik yang sering memicu perdebatan. Figur ini kabarnya sudah menjauh dari pengembangan aktif, tapi jejak pandangannya masih melekat di mata sebagian komunitas.
Hal yang menarik, kalau rumor ini benar, ini akan jadi langkah cukup unik bagi studio yang selama ini dikenal fokus pada sejarah nyata tanpa elemen fantasi. Brand mereka dibangun di atas pertanyaan sederhana, bagaimana rasanya main RPG dewasa tanpa peri, naga, dan sihir, diganti dengan realisme abad pertengahan yang keras dan kotor. Masuk ke dunia Lord of the Rings berarti mereka harus bermain di ranah yang penuh makhluk mitologi, sihir, dan konflik epik, sesuatu yang sangat berbeda dari pendekatan realistis mereka selama ini. Perpaduan gaya desain yang grounded dengan dunia Middle-earth yang kaya fantasi bisa jadi formula menarik, atau justru berpotensi bentrok kalau tidak dieksekusi hati-hati.
Di luar nama studio ini, ada juga rumor bahwa pengembang veteran lain, seperti Crystal Dynamics, sedang memegang proyek Lord of the Rings terpisah. Dengan besarnya nilai bisnis lisensi LOTR, bukan hal yang mustahil kalau beberapa game berbeda tengah dikerjakan sekaligus oleh studio-studio besar. Justru hal ini semakin menguatkan harapan bahwa akan ada kebangkitan game singleplayer LOTR di tengah tren game layanan jangka panjang. Bagi banyak pemain, impian sederhana mereka cuma ingin kembali menjelajahi Middle-earth lewat sebuah petualangan solo yang fokus pada cerita dan dunia, tanpa harus terjebak mikrotransaksi dan grind tanpa akhir.
Selama belum ada pengumuman resmi, semua ini tetap berada di ranah spekulasi yang dibumbui sedikit petunjuk dari komentar developer. Namun satu hal yang cukup jelas, studio tersebut memang tengah menghabiskan banyak tenaga untuk menggarap sebuah RPG berskala besar yang diharapkan bisa menyedot waktu bermain para gamer selama berjam-jam. Entah nantinya proyek itu akan membawa pemain ke kampung halaman para hobbit atau ke setting sejarah baru yang realistis, antusiasme komunitas sudah terbangun hanya dari beberapa kalimat samar di internet. Sementara menunggu kepastian, sebagian fans memilih melampiaskan rasa penasaran mereka dengan kembali ke game-game LOTR yang sudah ada, termasuk membangun kerajaan bawah tanah baru di Return to Moria sambil berharap kabar resmi akan datang suatu hari nanti.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Warhorse Studio Konfirmasi Rumor Game Lord Of...