NEWS

Kontroversi Penggunaan GenAI Pada Game NTE, Developer Ingkar Janji?

Archie Gummy   |   Senin, 04 May 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Kontroversi soal penggunaan AI generatif di game online lagi panas, dan salah satu yang lagi disorot adalah NTE, game baru yang sebenarnya punya kota cantik dan dukungan besar ke komunitas kreator, tapi kepleset gara gara urusan aset iklan dalam game yang ternyata dibuat pakai AI.

Semuanya berawal dari curhatan seorang pemain yang juga seniman, yang cerita panjang lebar soal bagaimana mereka menemukan gambar gambar berbasis AI di dalam iklan di kota dalam game, mulai dari billboard di gedung sampai detail kecil lain di lingkungan. Waktu fase beta, aset aset ini sempat dibilang cuma sekadar placeholder yang nantinya bakal diganti dengan artwork beneran buatan manusia, jadi banyak yang mikir masalahnya bakal beres pas rilis penuh. Kenyataannya, setelah game resmi rilis, sebagian memang sudah diganti, tapi masih ada cukup banyak elemen yang kelihatan jelas pakai AI, dan itu bikin sebagian pemain ngerasa keganggu dan kecewa.

Menariknya, pemain yang curhat ini bilang dia tetap memutuskan untuk terus main NTE, setidaknya untuk sementara waktu, karena beberapa alasan. Ia mengaku sudah menyampaikan feedback langsung ke salah satu staf, dan dari obrolan itu, ke depannya kelihatan cukup menjanjikan, seolah tim internal memang sadar ada masalah dan mau benerin. Dia juga diberi penjelasan kalau AI tidak dipakai untuk bagian utama game seperti karakter, cerita, dan elemen penting lain, tapi lebih ke detail tambahan seperti iklan di kota, background, dan pengenalan aktivitas.

Di sisi lain, ada juga yang menyoroti bahwa dukungan NTE ke para seniman dan kreator konten sebenarnya cukup besar, yang bikin penggunaan AI ini terasa makin aneh dan kontras. Menjelang rilis dan saat peluncuran, mereka disebut sudah mengkomis banyak artis dan cosplayer buat promosi game. Mereka juga merekrut pengisi suara profesional dalam berbagai bahasa, menyewa penyanyi untuk lagu lagu di trailer dan PV, bahkan bikin program dukungan buat kreator konten dan seniman kecil. Selain itu, ada banyak lomba fanart dengan hadiah yang menurut si pemain belum pernah ia lihat sebelumnya di game lain. Dari luar, semua ini kelihatan seperti studio yang benar benar ingin investasi di karya seni manusia dan komunitas kreatif.

Baca ini juga :


» Vtuber Ironmouse Putus Sponsor Game NTE Karena Masalah Dugaan AI
» Honkai: Star Rail Siap Rilis Versi 3.8 Bertajuk Kenangan adalah Pembukaan dari Mimpi
» Blue Archive Versi Steam Harus Ditunda Perilisannya Karena Platform Review
» UniPin Jalin Kolaborasi dengan Wuthering Waves, Dukung Peluncuran Global Game RPG Terbaru
» Google Classroom Diserang Review Bomb Negatif Oleh Player Oknum Wuthering Wave

Konfliknya muncul karena di industri sekarang, makin banyak perusahaan yang pakai AI generatif buat ngirit biaya, sampai akhirnya jadi semacam hal yang dianggap normal, meski banyak yang jelas jelas nggak nyaman. Sang pemain menekankan bahwa hanya karena pemain tidak melihat karakter berujung enam jari di layar, bukan berarti AI tidak dipakai diam diam di belakang layar, misalnya di aset promosi, background, atau materi pendukung lain. Ini yang bikin sebagian komunitas waspada dan menuntut transparansi, apalagi ketika game tersebut gencar mempromosikan kolaborasi dengan seniman beneran di permukaan.

Respons komunitas sendiri lumayan beragam. Ada yang meyakini gambar AI itu cuma placeholder dan berharap nanti akan diganti fanart, sama seperti game lain dari studio yang sama yang pernah pakai karya fan di billboard dalam game. Ada juga yang bilang mereka berhenti main setelah tahu seberapa banyak AI dipakai, meskipun mereka sebenarnya suka banyak aspek lain dari gamenya. Beberapa pemain lain menilai masalah ini bakal lebih adem kalau developer mau kasih pernyataan resmi yang jelas, transparan, dan menjelaskan rencana mereka ke depan.

Di tengah semua pro kontra, si pemain yang jadi sumber cerita ini memilih sikap menunggu sambil tetap main, dengan alasan tidak mau langsung menjatuhkan para developer dan tim art yang sudah kerja keras, karena kemungkinan besar keputusan soal AI datang dari level manajemen yang ingin hemat waktu dan biaya. Ia berharap sisa aset AI itu benar benar akan diganti oleh karya seni beneran dalam waktu dekat, dan kalau itu terjadi, beberapa pemain yang mundur mungkin akan balik lagi. Untuk sekarang, NTE justru jadi contoh jelas bagaimana satu keputusan soal penggunaan AI di detail yang terlihat sepele bisa meledak jadi isu besar di mata komunitas, terutama di kalangan seniman dan kreator yang ngerasa langsung terdampak.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru