




Toyotarou baru saja ngerayain momen gede di kariernya sebagai ilustrator Dragon Ball. Seri ilustrasinya yang berjudul Toyotarou Tried To Draw resmi nyentuh edisi ke 100, dan buat nandain angka spesial ini, dia ngerilis satu gambar yang langsung bikin fans heboh: Goku versi tua. Bukan tua ala fanart yang kelihatan edgy atau penuh luka, tapi kakek Goku yang kelihatan damai, rileks, dan jauh dari kesan petarung garis depan yang selama ini kita kenal. Goku duduk santai dengan senyum tenang, outfit sederhana, dan aura orang yang sudah selesai sama urusan dunia, tapi tetap punya vibe Goku yang kita tahu sejak kecil. Dari ekspresinya aja sudah kerasa kalau ini adalah Goku yang sudah melewati semua pertarungan besar, kehilangan, kemenangan, sampai titik akhir hidupnya sebagai seorang pejuang.
New illustration of Old Man Goku 💥
— Culture Crave 🍿 (@CultureCrave) June 19, 2026
• Released by 'Dragon Ball' artist Toyotarou
• Based on artwork by Akira Toriyama pic.twitter.com/aiAdsYjAT2
Ilustrasi Goku tua ini ternyata bukan ide yang muncul begitu saja. Toyotarou ngaku kalau dia terinspirasi dari gambar lawas buatan Akira Toriyama yang pernah muncul di buku Dragon Ball Z Anime Special tahun 1989. Di ilustrasi jadul itu, Toriyama sempat ngegambarin Goku versi kakek dan bahkan sambil bercanda ngelempar pertanyaan kapan sih seri Dragon Ball bakal berakhir. Ironisnya, sampai sekarang, puluhan tahun kemudian, Dragon Ball masih terus lanjut dengan berbagai proyek baru. Toyotarou lalu ngembangin konsep itu jadi versi yang lebih modern dan detail, dengan gaya gambarnya sendiri, tapi tetap ngejaga rasa original dari desain Toriyama. Hasil akhirnya adalah Goku tua yang kelihatan masuk akal banget kalau suatu hari nanti beneran nongol di timeline resmi ceritanya.
Yang bikin ilustrasi ini makin menarik adalah konteks dari seri Toyotarou Tried To Draw itu sendiri. Di awal, seri ini niatnya cuma jadi ruang buat Toyotarou menggambar karakter yang jarang atau bahkan tidak muncul di Dragon Ball Super. Lama kelamaan, konsepnya makin longgar dan dia jadi bebas milih karakter mana pun dari seluruh jagat Dragon Ball. Kadang dia ngegambar versi alternatif, kadang karakter minor yang cuma muncul sebentar, kadang juga momen what if yang nggak pernah kejadian di cerita resmi. Dari situ kebebasan kreatifnya kebuka lebar, termasuk buat ngulik desain masa depan karakter utama kayak Goku.
Dalam rangka edisi ke 100 ini, Toyotarou juga sempat milih beberapa ilustrasi favorit dari seluruh karya yang pernah dia buat untuk seri itu. Ada King Chappa versi modern, Belmod muda sebelum jadi God of Destruction, sampai Bora yang sudah menua. Ada juga karakter dari Another World Budokai, Ipana dan Berry dari cerita TV spesial, Hire Dragon versi desain ulang, dan tentu saja Final Form Cooler yang jadi salah satu desain favorit fans sejak dulu. Bahkan ada juga Commander Red dengan trivia unik soal namanya yang ternyata awalnya Red Ribon sebelum akhirnya jadi Red Ribbon Army karena salah baca. Semua pilihan ini nunjukkin kalau Toyotarou punya ketertarikan kuat ke karakter yang kadang dilupain fans, tapi juga masih sayang sama ikon lama yang sudah lama jadi legenda.
Baca ini juga :
» Akhirnya Setelah 10 Dekade Dinanti, Bandai Namco Umumkan Dragon Ball Xenoverse 3
» Bandai Namco Tidak Sengaja Bocorkan Dragon Ball Xenoverse 3
» Dunia Anime Berduka: Kozo Shioya, Pengisi Suara Majin Buu, Meninggal Dunia
» Sutradara Legendaris One Piece dan Dragon Ball Super: Broly, Tatsuya Nagamine Tutup Usia
» DRAGON BALL: Sparking! ZERO Resmi Meluncur di Nintendo Switch & Switch 2
Di tengah semua itu, Goku tua terasa seperti puncak simbolik dari perjalanan kreatif Toyotarou di seri ilustrasi ini. Lewat satu gambar, dia seakan ngasih teaser halus tentang masa depan Dragon Ball, tanpa perlu nulis satu panel manga pun. Buat fans, ini jadi bahan spekulasi baru. Apakah Goku bakal benar benar ditunjukkan menua di canon suatu hari nanti, atau desain ini bakal terus jadi misteri manis yang cuma hidup di ilustrasi promosi semacam ini. Toyotarou sendiri nggak ngasih jawaban jelas, tapi dia kayak sengaja naruh harapan kalau karakter karakter yang pernah dia gambar, termasuk Goku versi kakek ini, suatu hari bisa aja muncul di cerita resmi.
Pada akhirnya, momen perayaan edisi ke 100 ini ngerasa penting bukan cuma karena angkanya, tapi karena cara Toyotarou ngerangkum rasa cintanya ke Dragon Ball lewat pilihan ilustrasi. Dari karakter kecil sampai tokoh utama, dari masa lalu sampai kemungkinan masa depan, semuanya dirangkum dalam satu rangkaian gambar yang nunjukkin betapa luas dan dalamnya dunia Dragon Ball. Goku tua jadi wajah yang paling gampang diinget dari perayaan ini, sekaligus pengingat kalau meski karakter ini kelihatan nggak pernah tua di layar, di balik itu selalu ada imajinasi para kreator yang terus ngebayangin what if dari hidup sang Saiyan sampai akhir.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Akhirnya Setelah 10 Dekade Dinanti, Bandai Na...