




Perusahaan keamanan siber kini mulai mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan deteksi malware dan kebocoran data. Namun, di sisi lain, para hacker juga menggunakan AI untuk mengembangkan metode serangan baru. Menurut Adithya Nugraputra, Head of Consulting Ensign InfoSecurity Indonesia, AI menjadi salah satu dari enam tren ancaman siber utama di tahun 2023 karena teknologi ini memudahkan pekerjaan para penyerang.
Adithya menjelaskan bahwa para penyerang menggunakan AI terutama untuk tahap pengintaian atau reconnaissance. Dalam proses hacking, biasanya langkah pertama adalah mencari tahu target, perusahaan, dan sistem yang digunakan. AI memungkinkan penyerang untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar dan melakukan pengintaian secara otomatis dan mudah. Selain itu, AI juga digunakan untuk membuat serangan phishing menjadi lebih meyakinkan dan spesifik dengan mempelajari bahasa dan cara penulisan di suatu organisasi atau bisnis.
Baca ini juga :
» Era Baru Produktivitas: Mengapa Perusahaan Mulai Beralih ke AI PC dan Agentic AI?
» [VIDEO] Spek PC Buat yang Sayang Diana? Ryzen 7 9800X3D + RX 9070 XT = FPS PRAGMATA TO THE MOON!
» Masa Depan Keamanan Industri: Fujisoft dan AMD Hadirkan Solusi Keamanan Berbasis AI yang Lebih Cerdas
» AMD Luncurkan Ryzen AI Embedded P100 Series: Revolusi "Physical AI" dan Robotika Masa Depan
» Permintaan CPU AMD Meledak Berkat 'Agentic AI', Lisa Su Beri Peringatan Stok Mulai Menipis
Selain itu, AI juga dipakai untuk mengembangkan senjata siber baru yang disebut polimorfisme, di mana kode dalam malware terus berubah-ubah sehingga sulit dilacak oleh penyedia layanan siber. Perusahaan yang mulai menggunakan AI juga menjadi target serangan siber, dengan penyerang mencari kelemahan dalam sistem AI mereka untuk memanipulasi hasilnya. Deepfake juga menjadi ancaman siber utama di tahun 2023, terutama menjelang pemilu, karena digunakan untuk menyebarkan misinformasi dan disinformasi guna mempengaruhi opini publik. Pemerintah perlu lebih aktif dalam memonitor dan mengedukasi publik mengenai bahaya misinformasi dan disinformasi ini.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Era Baru Produktivitas: Mengapa Perusahaan Mu...