




Garry Newman, kreator Garry's Mod sekaligus pendiri Facepunch Studios, mengaku rutin memakai AI untuk bekerja, tapi sekaligus memberi peringatan keras soal ketergantungan berlebihan pada teknologi ini. Menurutnya, programmer yang terlalu mengandalkan AI mirip orang yang kecanduan konten dewasa: lama-lama imajinasi dan kemampuan berpikir mandiri bisa tumpul

Dalam wawancara terbarunya bersama PCGamer.com, Newman mengatakan saat ini ia tengah melakukan persiapan peluncuran s&box, sebuah platform pembuatan game yang dijadwalkan rilis pada bulan April. Newman sendiri sudah dikenal lewat kesuksesan Garry's Mod, namun kini fokus pada bagaimana s&box akan menjadi wadah bagi para kreator untuk membuat game dan konten mereka sendiri. Dalam percakapan itu, topik AI muncul sebagai salah satu isu penting yang akan ikut mewarnai ekosistem s&box.
Newman tidak menolak AI; ia justru mengakui bahwa AI sudah menjadi bagian dari workflow sehari-hari di Facepunch, terutama untuk pemrograman. Ia menyebut AI sebagai alat yang cepat dan berguna, sehingga timnya sering memanfaatkannya untuk membantu penulisan kode. Namun di sisi lain, ia khawatir jika developer terlalu nyaman bersandar pada AI, karena itu bisa melemahkan kemampuan problem solving dan kreativitas mereka sendiri.
Garry's Mod creator says programmers over-relying on AI is like using too much porn: 'You lose your ability to ejaculate using your imagination' https://t.co/oGoFBvfPQO
— PC Gamer (@pcgamer) March 12, 2026
Komentar paling mencolok Newman adalah analogi kontroversialnya: memakai AI berlebihan diibaratkan seperti terlalu banyak mengonsumsi pornografi, yang pada akhirnya membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk (maaf) “berejakulasi dengan imajinasinya sendiri”. Pernyataan ini memicu tawa di meja wawancara, tapi sebenarnya menyimpan kritik tajam soal bagaimana ketergantungan teknologi dapat menggerus daya cipta manusia. Pesannya jelas, yaitu AI sebaiknya dilihat sebagai pendukung, bukan pengganti sepenuhnya untuk proses berpikir kreatif.
Jika pada pemrograman ia cukup menerima peran AI, untuk ranah seni dan aset visual Newman jauh lebih berhati-hati. Ia menyebut penggunaan AI untuk karya seni sebagai topik yang “sangat panas”, terutama di kalangan artist di perusahaannya. Newman bisa memahami kemarahan para seniman ketika model AI dilatih menggunakan karya mereka tanpa izin, karena itu menyentuh langsung isu etika dan hak cipta.
[BACAJUGA]
Menurut Newman, perkembangan AI berlangsung begitu cepat sehingga mustahil untuk diabaikan, termasuk dalam pembuatan game dan konten komunitas di s&box. Ia tidak berusaha melarang pengguna memanfaatkan AI, tapi menekankan pentingnya keseimbangan antara efisiensi teknologi dan sentuhan manusia. Di akhir, posisi Newman mencerminkan dilema besar industri game saat ini, di mana pemanfaatan AI untuk mempercepat kerja, mesti tetap diimbangi dengan menjaga keaslian niat dan kreativitas manusia di balik setiap karya yang dibuatnya.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malays...