




Tentara AD pakai War Thunder buat latihan? Kedengerannya kayak bahan meme, tapi ternyata beneran kejadian. Di sebuah video yang lagi rame di platform X atau Twitter, keliatan pilot penerbang Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspernabad) lagi latihan Mi-35P pakai game War Thunder sebagai platform simulasi.
Indonesian Army Aviation Mi-35P pilot training using the War Thunder game as a simulation platform.
â DeltaMike (@DeltaMike09) April 12, 2026
đ¤@WarThunder
Source: 31st Squadron pic.twitter.com/DDaaHdZ8mW
Pada video itu, sang pilot duduk di depan setup sederhana, ada monitor, stick, dan game yang biasanya kita pakai buat mabar, bukan buat nyiapin diri bawa heli tempur beneran. Postingan ini langsung meledak, ditonton ratusan ribu kali dan panen reaksi dari netizen, baik yang serius maupun yang cuma pengen bercanda.
Banyak yang ngakak dan agak nggak percaya, karena biasanya kalau ngomongin simulasi penerbangan militer, yang kebayang itu software kelas berat kayak DCS, bukan game free-to-play yang sering jadi ajang debat statistik tank dan pesawat di forum. Ada yang nyeletuk âpakai DCS lah jirâ, nunjukin ekspektasi kalau latihan militer harusnya pakai platform yang lebih hardcore dan realistis.

Di sisi lain, ada juga yang mencoba lihat dari sudut pandang beda. Buat beberapa orang, penggunaan War Thunder ini dianggap masih âlumayanâ dan cukup masuk akal, terutama kalau konteksnya pengen kasih gambaran dasar ke pilot tentang situasi penerbangan, kontrol, dan feeling manuver sebelum masuk ke simulator profesional yang jauh lebih mahal. Apalagi, game modern sekarang memang udah cukup detail secara visual dan bisa jadi media pengenalan yang murah meriah.
Tetap saja, banyak komentar yang nyorot soal peralatan dan setup-nya. Ada yang nyeletuk layar kelihatan terlalu jauh, harusnya pakai VR biar lebih immersive dan realistis. VR headset pun sekarang udah bukan barang super mewah lagi, jadi wajar kalau ada yang berharap standar latihan bisa naik level dari sekadar monitor tunggal dan game publik.
Di tengah hujan komentar itu, muncul juga candaan-candaan khas netizen Indonesia. Ada yang bilang mungkin dananya habis ke infanteri, jadi penerbang kebagian âsimulatorâ ala anak warnet. Ada juga yang cuma komen pendek âgokilâ sambil kasih reaksi seolah nggak nyangka kalau game yang biasa dipakai nongkrong online bisa tembus sampai lingkungan militer.
Baca ini juga :
» Preview inZOI - Bosan Dengan Realita? Ciptakan Kehidupan Impian di inZOI
» [TGS 2023] Janjikan Upgrade Keren Tiap Tahunnya! Interview Sports Director Football Manager, Miles Jacobson!
» Simulasi Pindah Kontrakan! Moving Out 2 akan Diluncurkan pada Agustus Mendatang
» Punya Map Seperti Dunia Asli, Kita Bisa Menemukan Rumah Kita di Game Microsoft Flight Simulator
» Game Simulasi Menjadi Petani Beras, Sakuna: of Rice and Ruin, Tunjukkan Detail Terbaru
Terlepas dari pro dan kontra, kejadian ini lumayan nunjukkin gimana batas antara game dan dunia profesional makin lama makin blur. Game yang awalnya cuma hiburan sekarang sering dipakai buat edukasi, pelatihan, sampai riset, walau tentu kualitas dan akurasinya beda jauh sama simulator khusus. Kasus latihan Mi-35P pakai War Thunder ini jadi contoh ekstrem yang bikin banyak orang mikir ulang: seberapa jauh sih game bisa diandalkan buat kebutuhan serius seperti militer?
So, hal yang jelas, video tersebut sudah berhasil memicu debat, bikin warganet terhibur, sekaligus sedikit waswas. Di satu sisi, keren lihat teknologi murah bisa dimanfaatkan kreatif. Di sisi lain, publik juga wajar nuntut profesionalisme dan standar tinggi ketika yang dilatih adalah pilot heli tempur beneran.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Preview inZOI - Bosan Dengan Realita? Ciptaka...