




Dunia crypto lagi rame banget setelah AI milik xAI, yakni Grok, diduga berhasil dimanipulasi lewat teknik prompt injection menggunakan kode Morse. Uniknya, kasus ini bukan hack smart contract ataupun bobol wallet seperti biasanya.
Baca ini juga :
» Evolusi Komputasi AI Mobile: AMD Resmi Meluncurkan Prosesor Ryzen AI 400 Series untuk Copilot+ PC
» Bapak Seri Game Legendaris Final Fantasy, Hironobu Sakaguchi Dihujat Netizen. Kenapa?
» Siap-Siap Gamers! Bandai Namco Gelar "Bonus Level Indonesia 2026" di Jakarta Mei Mendatang
» Era Baru Produktivitas: Mengapa Perusahaan Mulai Beralih ke AI PC dan Agentic AI?
» ASUS Luncurkan Jajaran Copilot+ PC 2026 di Indonesia
Seorang user asal Indonesia dengan akun X @Ilhamrfliansyh disebut berhasil menemukan celah pada sistem AI yang terhubung dengan Bankrbot. Lewat instruksi tersembunyi berbentuk kode Morse, AI Grok salah memahami perintah dan menganggapnya sebagai instruksi valid untuk melakukan transfer aset crypto otomatis.
Kronologinya bermula ketika user tersebut mengirim pesan kode Morse ke Grok di platform X. Grok kemudian menerjemahkan pesan tersebut menjadi teks biasa. Masalahnya, hasil terjemahan itu ikut dibaca oleh Bankrbot yang memang dirancang untuk menjalankan transaksi berbasis perintah natural language.
Akibatnya, sistem otomatis tersebut mengirim sekitar 3 miliar token DRB dengan nilai sekitar US$175 ribu atau setara Rp2,6 miliar ke wallet milik pelaku. Beberapa laporan bahkan menyebut nilai totalnya sempat mendekati Rp3 miliar tergantung harga aset saat transaksi berlangsung.
Yang bikin komunitas crypto makin khawatir adalah fakta kalau kejadian ini tidak melibatkan eksploitasi teknis rumit. Tidak ada smart contract yang dibobol, tidak ada private key yang dicuri. AI cuma “tertipu” karena gagal membedakan mana data biasa dan mana instruksi berbahaya.
Kasus ini langsung viral karena dianggap jadi bukti nyata kalau AI agent yang terhubung langsung ke wallet dan blockchain masih punya celah keamanan serius, terutama terhadap serangan prompt injection. Bahkan beberapa analis keamanan menyebut ini sebagai contoh nyata ancaman baru di era AI agent finance automation.
Untungnya, drama ini tidak berakhir seperti kasus pencurian crypto pada umumnya. Beberapa jam setelah viral dan jadi sorotan komunitas global, Ilham akhirnya mengembalikan sebagian besar dana tersebut ke wallet Grok dalam bentuk ETH dan USDC.
Meski dana sudah dikembalikan, insiden ini tetap jadi warning besar buat industri AI dan crypto. Soalnya, kalau AI sudah diberi akses langsung untuk menjalankan transaksi keuangan, kesalahan memahami satu prompt aja ternyata bisa bikin miliaran rupiah langsung pindah tangan.
Kalau kalian jadi Ilham, bakal panik atau malah happy dulu nih pas lihat saldo masuk Rp2,6 miliar?
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Evolusi Komputasi AI Mobile: AMD Resmi Melunc...