




Berlari seperti Naruto memang sudah menjadi sebuah fenomena yang selalu mendatangkan tren baru dari waktu ke waktu, baik itu dari video parodi hingga bahan meme "Storming Area 51" yang sempat heboh. Cara lari ini memang terlihat sangat keren di animenya, namun saat diaplikasikan di dunia nyata ternyata eksekusinya tidak seindah yang dibayangkan banyak orang. Selain dari pergerakan yang lebih kaku dan aneh, cara lari ini terkesan kurang efektif untuk menambah kecepatan.
Tentu saja keraguan ini membuat banyak orang penasaran, dan untuk menjawabnya channel YouTube Because Science memutuskan untuk melakukan tes secara langsung. Melalui video terbarunya, host Kyle Hill mengundang pelari professional bernama Jeneba Tarmoh untuk mengetes apakah lari seperti Naruto memang menambah kecepatan dibanding lari biasa atau tidak. Daripada penasaran, kamu bisa tonton videonya di bawah ini.
» Komdigi Sebut YouTube dan Roblox Masih Belum Patuhi PP Tunas
» YouTube Mulai Uji Coba Iklan 90 Detik yang Tidak Bisa Diskip di Smart TV
» Melihat Anime One Piece Remake, Mr.Beast FOMO Pengen Biayain Naruto Remake
» Netizen Indonesia Salah Fokus, YouTuber Gadget Jepang Ini Dibilang Mirip Sosok Terkenal
» YouTube Shorts Kini Bisa Dibatasi! Inovasi Baru untuk Kendali Orang Tua
Berdasarkan tes yang ada, ternyata berlari seperti Naruto mengurangi kecepatan dari lari normal sebanyak 3 persen. Jeneba juga mengatakan kalau cara lari seperti ini terasa kurang efisien, nyaman dan meningkatkan resiko mudah tersandung. Tentu saja karena pengetesan ini hanya dilakukan sekali dan Jeneba hanya terbiasa dengan lari normal, dia mungkin belum bisa menguasai lari Naruto dengan baik.
Dalam video tersebut Kyle menjelaskan kalau lari Naruto memiliki peluang untuk meningkatkan kecepatan, karena saat badan membungkuk, maka resistansi angin yang didapat juga berkurang dan dapat meningkatkan kecepatan lari. Walaupun cara ini kurang efisien dan juga cukup berbahaya, namun ada kemungkinan kalau potensinya bisa dilihat lebih jelas setelah melalui banyak praktik.
Sumber: Because Science
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Komdigi Sebut YouTube dan Roblox Masih Belum ...