Sebagai salah satu platform yang cukup besar di dunia, YouTube terus berbenah untuk memperbaiki layanan mereka. Sama seperti kali ini, YouTube mengatakan bahwasanya mereka menerima feedback dari para user mengenai keberadaan dari konten yang berisi kekerasan serta konten seksual. Memang ada pembatasan umur untuk konten biasa, namun untuk urusan konten gaming mereka masih sering salah melakukan pembatasan.
Baca ini juga :
» Streamer Mr. Trashdubbing Kena Rujak Netizen Karena Isu Dengan Vtuber
» Trilogi Alter Ego–EVOS–Geek Fam di Week 6 MPL ID S17: Kesempatan Menjauh dari Zona Merah
» Komdigi Sebut YouTube dan Roblox Masih Belum Patuhi PP Tunas
» YouTube Mulai Uji Coba Iklan 90 Detik yang Tidak Bisa Diskip di Smart TV
» BHAP! Kolom Komentar Instagram TLID Drichel Diserbu Hujatan Usai Tumbangkan RRQ Hoshi

Sumber: Youtube Official Logo
Melansir dari Gamerant, pihak YouTube sudah mengatakan bahwasanya mesin yang mereka gunakan bisa membaca mana grafik kekerasan yang benar-benar terjadi di dunia nyata atau grafik kekerasan dalam game. Untuk urusan tersebut, keahlian mesin dari YouTube tidak perlu Kotakers ragukan lagi. Namun terkadang, banyak konten yang lolos. Maka dari itu YouTube memperbarui peraturan mereka.
Kali ini YouTube mengatakan bahwasanya jika ingin mengupload isi yang cukup menjijikan, para YouTuber harus melakukan verifikasi wajah mereka. YouTube juga memilah konten mana yang layak tayang ataupun tidak layak tayang setelah melakukan verifikasi wajah. Daripada melakukan pembatasan umur, hal ini dirasa lebih efektif. Belum jelas kapan hal ini akan diberlakukan. Namun menurut pengamatan Kru KotGa, Youtube sekarang semakin ketat untuk urusan konten. Bahkan ketika ingin mengupload sebuah video, kita diberikan variasi range umur untuk para penonton.
Langkah ini bagus untuk pembatasan konten. Dimana sekarang YouTuber banyak melakukan hal bodoh demi menaikkan popularitas. Mereka juga sering memberikan konten yang memanfaatkan celah di community guideline. Seperti konten seksual maupun gore yang menurut alogaritma YouTube tidak melanggar community guideline.
Sumber: Gamerant