Tepatnya di Tiongkok, Riot Games dan Tencent telah sepakat menambahkan sistem tambahan pada game terbaru mereka untuk mengurangi jatah bermain bagi pemain di bawah umur. Ini dilakukan untuk mengurangi dampak kecanduan game yang ada di negara tirai bambu itu.
Cara kerja sistem ini akan mendeteksi pemain di bawah umur yang terkonfirmasi saat mereka mendaftarkan akun. Sistem akan menghitung berapa lama mereka bermain. Jika mencapai waktu 2 jam, permainan akan seketika terhenti.
Baca ini juga :
» Tencent, Mihoyo dan Perusahaan Game Besar Lainnya Digugat Seorang Ayah Di China, Loh Ada Apa?
» Faker Diangkat Jadi Polisi Kehormatan dan Duta Anti-Judi Siber Korea Selatan
» Anggota Keluarga Faker Terima Ancaman, Polisi Korea Selatan Langsung Lakukan Investigasi
» Performa Highguard Mengecewakan Hingga Terncent Menarik Pendanaan
» T1 Tersingkir dari LCK Cup 2026 Setelah Kena Reverse Sweep Dplus KIA

Sumber: cgtn.com
Menurut LA Times, game lainnya seperti World of Warcraft dan Fortnite juga memiliki sistem serupa dengan dampak yang berbeda, ada yang menghentikan permainan dan ada juga yang memberikan penalti kepada akun yang terdampak.

Sumber: thelenspost.com
Ini juga sebagai bentuk respon dari para developer game setelah awal tahun ini Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merilis laporan bahwa kecanduan game sebagai gangguan mental. Namun, sebelum ini terjadi, pemerintah di Tiongkok sendiri sudah memiliki aturan perundang-undangan yang cukup ketat untuk video game.
Sebagian besar pembatasan juga berasal dari pernyataan dari Kementerian Pendidikan Tiongkok. Kementerian ingin membatasi jumlah game online yang tersedia, dan waktu yang dihabiskan untuk anak di bawah umur. Semua itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan sebelum pemerintah mengambil tindakan.
Sumber: Game Rant