Feature

[Diary Kru KotGa] 5 Game Kontroversial yang Dilarang Oleh Negara Timur Tengah!

oleh: Cralizer77

Beberapa game yang telah dikembangkan saat ini memang memiliki latar belakang masing-masing, dimana tentunya ada yang menghibur dan juga ada yang membawa suasana tegang. Akan tetapi pernahkah kamu berfikir bahwa game yang dimainkan benar-benar aman untuk dimainkan, mulai dari segi cerita, grafis, dan lainnya? Apakah game tersebut tidak hanya menawarkan gameplay yang seru justru terdapat unsur sensitif yang berbau agama dan lainnya sehingga dilarang oleh beberapa negara di Timur Tengah.

Nah, akibatnya justru game tersebut akan mendapatkan kecaman oleh pihak yang tidak suka mengenai adanya unsur yang menjelekan pihak lain didalam game. Beberapa negara Timur Tengah juga telah mengambil sikap atas unsur tersebut yang dikaitkan dalam game, seperti negara Arab Saudi yang telah memblokir game yang mengandung pelecehan terhadap Dubai yang digambarkan sebagai kota yang telah hancur.

Kali ini Kru KotGa akan mengulas lima game yang kontroversial dimana kelima game tersebut mengandung unsur agama. Apa saja? Yuk! Simak sama-sama di bawah ini.

1. Battlefield 3

Pada tahun 2011 lalu, Electronic Arts bersama DICE telah merilis serial Battlefield 3 untuk perangkat konsol PS3, Xbox 360 dan PC. Tentunya serial ketiga ini kembali menghadirkan gameplay first person shooter (FPS) dengan konsep baru. Akan tetapi, ternyata game ini justru mendapatkan kecaman karena mengandung unsur agama karena berlatarkan di negara Iran yang mayoritas memang Islam. Di Battlefield 3 kamu akan menjadi seorang tentara Amerika Serikat yang berperang melawan kelompok pemberontak di Tehran, Iran. Seluruh kelompok pemberontak tersebut memang beragam Islam, sehingga kamu akan dapat melihat tulisan-tulisan arab di markas pemberontak tersebut.

Akibatnya game Battlefield 3 ini mendapatkan petisi lebih dari 5000 orang masyarakan Iran agar tidak diperbolehkan dijual diwilayah tersebut, dan pemerintah Iran juga melaporkan hal ini kepihak EA maupun DICE.

2. Medal of Honor: Warfighter

Tak cukup dengan Battlefield 3, ternyata EA dan DICE kembali merilis game Medal of Honor: Warfighter dimana game ini juga mendapatkan kecaman karena unsur agama yang membawa negara Pakistan. Nah, dalam mode single player game ini kamu akan menjadi seorag pasukan Navy SEAL Amerika Serikat yang ditugaskan untuk mensabotase perdagangan gelap yang dilakukan oleh kelompok jaringan teroris Al-Qaeda. Tentunya jaringan teroris Al-Qeda ini memiliki keyakinan agama Islam, sehingga banyak gamers yang berada di Pakistan merasa tersinggung karena negaranya disebut sebagai negara Islam yang didiamin oleh kelompok jaringan jihad Al-Qaeda.

Akibatnya game Medal of Honor: Warfighter telah dilarang oleh pemerintah Pakistan untuk dijual diwilayahnya.

Baca ini juga :

» Apakah Pembajakan Akan Membuat Developer Tidak Lagi Merilis Game di PC?
» [Diary Kru KotGa] 2019, Tahun Dimana Anime Bleach Akan Kembali?
» [Diary Kru KotGa] Semakin Terancam, Bagaimana Jadinya Masa Depan Final Fantasy?
» [Diary Kru KotGa] Devil May Cry vs Bayonetta, Mana Franchise Hack and Slash Terbaik?
» [Diary Kru KotGa] Makin Sengit, Game Mana yang Bakal Meraih Gelar GOTY 2018?

3. Spec-Ops: The Line

Inilah game yang menyebabkan negara Arab Saudi geram, pasalnya game Spec-Ops: The Line memiliki latar lokasi sebuah kota Dubai yang telah hancur dan ditinggalkan. Pemerintah Arab Saudi tidak terima kalau kota besar nan megah seperti Dubai digambarkan sebagai kota yang telah ditinggalkan dan menjadi kota yang telah hancur.

Menanggapi hal tersebut pemerintah Arap Saudi menghubungi pihak 2K Games untuk melarang menjual game Spec-Ops: The Line diwilayahnya.

4. Muslim Massacre

Tidak ada yang lebih menghebohkan dari sebuah game indie yang justru mendapatkan kecaman dari umat Islam diseluruh dunia khususnya negara Timur Tengah. Game Muslim Massacre menjadi game kontroversial yang hadir pada tahun 2008 lalu, dimana game ini dibuat oleh Eric "Sigvatr" Vaughn yang dengan cepat menyebar luas dibeberapa forum kala itu.

Game dengan grafis yang sangat biasa ini justru mendapatkan kecaman karena menjadikan umat muslim sebagai objek pembataian oleh karakter jagoan yang dibuat oleh Sigvatr. Oleh sebab itu, game ini justru menyebabkan rasisme antar umat agama lainnya.

5. Pakistan Army Retribution

Satu lagi game yang mendapatkan kecaman dari negara Pakistan karena konsep yang diusung oleh Punjab Information kurang diterima oleh pemerintah tersebut. Game Pakistan Army Retribution ini sendiri pertama kali dirilis pada Desember 2015 lalu untuk perangkat Android.

Game yang mengangkat gameplay first person shooter ini awalnya hanya biasa saja, akan tetapi alur cerita yang diangkatnya sangat sensitif. Dimana kamu akan menjadi seorang pasukan tentara Pakistan yang harus menumpas seluruh anggota teroris yang menyandra anak-anak sekolah di Pakistan.

So, itulah kelima game yang dilarang oleh beberapa negara Timur Tengah karena mengandung unsur yang sangat sensitif. Nah, sebenarnya masih banyak game lainnya namun Kru KotGa tidak bisa menyebutkan satu-persatu di sini.

(KotakGame)

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru