NEWS

CEO Studio Developer Game MindsEye Percaya Gamenya Gagal Karena Disabotase

Archie Gummy   |   5 Hari yang lalu


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Build A Rocket Boy lagi ada di fase baru yang cukup berani buat MindsEye. Setelah drama perilisan yang berantakan bareng publisher IOI Partners, studio yang berbasis di Edinburgh ini akhirnya mutusin buat jalan sendiri dan nge-handle publishing secara independen. Buat mereka, ini bukan cuma soal ganti label publisher, tapi soal ngambil alih nasib game yang hampir tenggelam gara-gara kombinasi bug, drama internal, dan narasi negatif di internet.

Di awal rilis Juni 2025, MindsEye langsung kena hantam. Game shooter futuristis yang campur street fighting, AI, dan drone combat ini penuh bug di PC, PS5, dan Xbox Serieries X|S: crash, freeze, stutter, framerate drop, sampai AI yang tingkahnya aneh. Rating jeblok, game pelan-pelan hilang dari chart, dan sebagian pemain minta refund. Padahal, Build A Rocket Boy sebelumnya udah ngumpulin investasi sekitar 151 juta dolar, tapi tetap aja mereka akhirnya kepepet dan terpaksa lakukan PHK besar-besaran.

Mark Gerhard, CEO sekaligus CTO Build A Rocket Boy, sekarang jadi sosok yang berusaha “ngelurusin kapal” yang awalnya dinakhodai Leslie Benzies, mantan produser Grand Theft Auto V. Dia ngaku terang-terangan kalau perilisan MindsEye itu parah, mungkin salah satu yang terburuk, tapi dia juga bilang situasinya mulai pelan-pelan kebalik. 

Menurutnya, setelah banyak patch, review baru terhadap MindsEye mulai positif, dan penjualan naik secara organik hampir dua kali lipat tiap minggu. Dengan lepas dari IOI, dia ngerasa studio bisa lebih dekat ke komunitas dan ngembangin game dengan cara yang lebih natural, tanpa “interferensi” dari luar.

Soal IOI sendiri, mereka nggak banyak komentar saat kerja sama ini berakhir. Sebelumnya, CEO IO Interactive, Hakan Abrak, cuma sempat bilang kalau perilisan MindsEye “bukan seperti yang mereka harapkan” dan bahwa awalnya mereka cuma pengin bantu distribusi game yang idenya dianggap menarik. Tapi kenyataannya, penerimaan publik memang keras dan itu bikin posisi kedua belah pihak sulit. Sekarang, transisi publisher-of-record lagi diberesin supaya pemain nggak keganggu, sementara IOI mundur dan Build A Rocket Boy ambil alih penuh.

Baca ini juga :


» Rockstar Games India Buka Lowongan Buat Play Test Game, GTA 6 Kah?
» John Cena memposting foto GTA VI di Instagram tanpa caption. Apa bakal muncul di GTA?
» Karyawan Rockstar Bantah Rumor Kalau GTA VI Diundur ke Tahun 2026
» Jadwal Perilisan GTA VI Dirumorkan Bakal Diundur ke Tahun 2026!
» Bocoran Ukuran Map GTA 6 Lebih Luas Dari GTA V, Bakal Butuh Hydra Nih, Ga Cukup Pakai Mobil Aja!

Di balik kacau-balau itu, ada satu layer drama lagi: tuduhan sabotase korporat. Gerhard ngaku ke karyawan bahwa mereka menemukan bukti adanya kampanye terkoordinasi buat menjatuhkan studio, termasuk kebocoran-kebocoran yang memicu narasi negatif. Dia bilang, kasus ini sudah dilempar ke otoritas di Inggris dan Amerika Serikat, dan sekarang tinggal nunggu proses hukum berjalan. Di sisi lain, dia tetap mengakui kalau bug yang bikin game crash itu murni “salah mereka” sebagai tim pengembang.

Menariknya, ada image MindsEye sempat dicap sebagai “game paling banyak direfund,” tapi Gerhard bawa data lain. Menurutnya, angka refund di Xbox sekitar 2,2% dan di PlayStation 3,2%, yang sebenarnya masih di kisaran normal. Dari situ dia ngerasa label “game paling direfund” itu lebih ke narasi jahat yang dibesarkan internet, bukan fakta yang akurat. Masalahnya, Build A Rocket Boy terlambat nge-counter cerita itu, jadi opini publik keburu kebentuk.

Ke depan, keputusan buat self-publishing ngasih mereka beberapa kebebasan penting. Salah satunya, mereka bisa nurunin harga MindsEye ke titik yang lebih terjangkau biar value-nya terasa lebih masuk akal buat pemain baru. Studio juga lagi fokus menyiapkan update multiplayer dan misi baru bernama Blacklist yang ngenalin karakter playable perempuan. Menariknya, mereka berencana menyelipkan sebagian “bukti sabotase” ke dalam konten itu sebagai cara transparan nunjukin ke komunitas apa yang sebenarnya terjadi.

Visi jangka panjang Build A Rocket Boy juga masih berkutat di user-generated content. Lewat tool bernama Arcadia, mereka pengin bikin pemain biasa bisa ngedesain konten game tanpa perlu jago ngoding, semacam “demokratisasi” pengembangan game. Arcadia ini jadi jembatan antara MindsEye dan proyek lain mereka, Everywhere, yang pernah digambarkan sebagai “Roblox untuk orang dewasa.” Idenya, dua dunia ini nantinya saling terhubung, dengan Arcadia sebagai fondasinya.

Di balik semua itu, skala studio sekarang jauh lebih kecil dibanding puncaknya yang sempat di atas 800 karyawan. Tim kini sekitar 240 orang dan masih bakal dipangkas ke kisaran 100. Mereka juga lagi dihadapkan pada tantangan dari serikat pekerja di Inggris yang menuduh adanya pemecatan tidak adil, lembur berlebihan, dan proses PHK yang kacau, dengan hampir 100 pekerja dan eks-pekerja menandatangani surat terbuka. Buat Benzies sendiri, yang sudah hampir satu dekade ngulik MindsEye, periode ini disebut sangat berat; dia sempat ambil cuti setelah rilis dan baru-baru ini balik lagi buat fokus ke roadmap ke depan.

Sekarang, misi mereka simpel tapi berat: bikin pemain ngasih kesempatan kedua ke MindsEye. Contoh kayak Cyberpunk 2077 nunjukin kalau game yang rilis berantakan bisa bangkit lagi, walau tentu studio di belakangnya jauh lebih besar. Build A Rocket Boy jelas nggak punya sumber daya sebesar itu, tapi mereka berharap patch berkelanjutan, harga yang lebih ramah, dan hubungan langsung dengan komunitas bisa pelan-pelan ngubah pandangan orang. 

Gimana menurut lo? MindsEye bisa “epic comeback”, nggak?

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru