Feature

[Diary Kru KotGa] Devil May Cry vs Bayonetta, Mana Franchise Hack and Slash Terbaik?

oleh: VolkanKaya

Jika sudah berbicara soal genre game yang paling seru, hack and slash pasti akan selalu menjadi pilihan utama yang sulit ditolak. Menawarkan fokus gameplay yang keren dan penuh aksi, setiap game hack and slash memiliki daya tarik tersendiri yang selalu menarik perhatian banyak gamer. Namun dari sekian banyak game yang ada di pasaran saat ini, pastinya ada beberapa diantaranya yang berada di posisi puncak dan diakui sebagai game hack and slash terbaik. Dalam kasus ini, Devil May Cry dan Bayonetta adalah dua game yang menjadi rival tidak langsung untuk menduduki posisi tersebut.

Melihat kualitasnya, tidak perlu diragukan lagi tentunya kalau kalau Devil May Cry dan Bayonetta adalah standar game hack and slash paling superior hingga saat ini. Walaupun dari permukaan keduanya terlihat seimbang, namun pasti salah satu diantara franchise ini lebih superior dibandingkan yang lain. Untuk itu, pada artikel diary kali ini Kru KotGa ingin mengulas perbandingan antara Devil May Cry dan Bayonetta, serta menentukan mana sebenarnya yang merupakan franchise Hack and Slash terbaik.

Baca ini juga :

» Sengoku Basara, dan Kenapa Franchisenya Jarang Keluar dari Jepang
» Alasan Sebenarnya Kenapa Capcom Terlalu Lama Meninggalkan 'Dino Crisis'
» Banyak yang Keren, Inilah Daftar 10 Game yang Paling Diantisipasi di E3 2019!
» Ranking Game Devil May Cry dari yang Terburuk Hingga Terbaik Versi KotakGame
» Tips Terbaik Bagi Kamu yang Ingin Mendapatkan SSS Rank di Devil May Cry 5

Untuk pertama mari mengulas Devil May Cry. Dikembangkan dan dirilis oleh developer Capcom di tahun 2001 lalu, Devil May Cry adalah franchise hack and slash yang menceritakan kisah petualangan epik sang pemburu demon bernama Dante. Lahir sebagai keturunan sparda, sejak lahir Dante sudah diberkati dengan kekuatan dan bakat luar biasa sebagai petarung. Plot yang dibangun dalam franchise ini sebenarnya tidak begitu dalam, namun kehadiran karakter ikonik seperti Vergil, Nero, Lady dan Trish membuat setiap serinya terasa memorable. Soal gameplay tidak perlu ditanyakan lagi, setiap karakter yang bisa dimainkan memiliki gaya bertarung yang keren dan unik. Seperti Nero misalnya, dimana dia bisa menggunakan pedang Red Queen yang memiliki mekanisme layaknya motor saat meningkatkan daya mesinnya.

Beralih ke Bayonetta, walaupun usianya lebih muda dan baru mendapatkan dua game sejauh ini, namun kualitasnya sebagai game hack and slash andalan PlatinumGames telah membuat namanya dikenal luas di seluruh dunia. Menceritakan kisah penyihir kuat bernama Bayonetta dalam menyingkirkan kejahatan di kota Vigrid, sosoknya sekita langsung menjadi perbincangan hangat pada saat itu. Tidak hanya memiliki karakteristik menarik serta penampilan seksi, namun kemampuan Bayonetta dalam memanipulasi rambut sebagai senjata serta segudang ilmu sihir yang unik benar-benar membuatnya sosoknya terasa memorable. Daya tarik lain dari Bayonetta juga terletak di setting ceritanya yang dalam dan memiliki banyak rahasia. Beberapa fans bahkan juga membuktikan teori menarik kalau Bayonetta sebenarnya berada dalam satu dunia dengan Devil May Cry (Karena sang kreator Hideki Kamiya juga pernah mengembangkan dua seri original Devil May Cry).

Sekarang setelah mendapat gambaran kasar dari kedua franchise tersebut, saatnya membandingkan kualitas dari keduanya. Untuk jalan cerita sendiri sepertinya tidak perlu dibahas lebih dalam, karena Devil May Cry dan Bayonetta sama-sama memiliki plot yang solid. Perbandingan yang paling menentukan pastinya terletak pada gameplay, dan untuk yang satu ini, Kru KotGa jujur sangat sulit untuk menentukan mana yang terbaik di antara keduanya. Pada satu sisi Devil May Cry memang menjadi pelopor game hack and slash yang selalu berhasil menawarkan kualitas yang semakin baik di setiap serinya, namun di sisi lain Bayonetta sudah menerapkan basis gameplay hack and slash yang solid dan masih ditambah perpaduan fantastis antara kemampuan sihir dan pertempuran tangan kosong.

Untuk sementara Kru KotGa tidak bisa menentukan mana yang terbaik di antara keduanya. Devil May Cry sebenarnya memiliki lebih banyak karakter ikonik yang memorable, namun menilai mana franchise yang terbaik tentu saja tidak bisa dinilai dari faktor itu saja. Pertempuran sesungguhnya mungkin baru bisa diselesaikan lewat rilis Devil May Cry 5 dan Bayonetta 3 yang akan menandai evolusi terbaru dari game hack and slash. Sejauh ini Devil May Cry 5 terlihat sangat menjanjikan dan sepertinya akan menjadi salah satu game terbaik di tahun 2019 mendatang, namun Bayonetta 3 yang masih belum berbagi detail terbaru hingga saat ini bisa saja sudah menyiapkan kejutan tidak terduga. Terlepas dari perdebatan mana yang terbaik, Devil May Cry dan Bayonetta tetap layak untuk bersanding sebagai franchise game hack and slash terbaik di pasaran saat ini.

(KotakGame)

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru