Review

Shining Resonance Refrain

Halaman 1

Jika sudah berhubungan dengan genre JRPG, developer SEGA sebenarnya tidak memiliki franchise yang lebih populer selain Phantasy Stars dan Valkyria Chronicles. Konsistensi mereka dalam mengembangkan video game memang hanya berfokus pada franchise yang sudah populer, tapi di sisi lain pihak SEGA juga serius untuk membawa beberapa seri game eksklusif Jepang ke wilayah barat. Memanfaatkan kesempatan ini, mereka akhirnya membuat versi remaster dari seri original Shining Resonance yang dirilis pada tahun 2014 lalu untuk PlayStation 3.

Gamenya memang sudah cukup lama dirilis dan tidak banyak diketahui gamer, tapi nama dari franchise Shining sendiri pastinya tidak asing lagi untuk penggemar JRPG. Bagaimana tidak? Shining termasuk salah satu franchise JRPG tertua yang memulai debutnya di tahun 1991 lalu. Sejak saat itu, franchise ini terus berkembang populer di Jepang dan berhasil mendapatkan basis fans di wilayah barat. Walaupun terkesan segmentif, Kru KotGa harus mengakui kalau setiap seri yang dirilis selalu hadir dengan kualitas solid.

Setelah mendapatkan kesempatan untuk memainkan Shining Resonance Refrain, Kru KotGa sudah merangkum beberapa poin penting dan daya tarik apa yang membuat game ini spesial. Daripada penasaran, yuk! simak ulasan lengkapnya dibawah ini.


Jalan cerita yang khas dengan trope anime

Sebelum membahas lebih dalam, mungkin ada lebih baiknya menjelaskan jalan cerita dan tema seperti apa yang ditawarkan game ini. Into cerita sendiri dimulai dengan skenario dimana sang karakter utama, Yuma Ilvern, diselamatkan oleh Sonia Blanche saat dirinya terkurung dalam sebuah dungeon. Takdir yang harus dihadapi Yuma ternyata membawanya pada petualangan besar untuk menghentikan kerajaan dalam mengeksploitasi kekuatan Ancient Dragon. Selain demi menyelematkan negeri Astoria, Yuma juga berupaya untuk mencari arti dari kekuatan besar "Shining Dragon" yang tersembunyi dalam dirinya.

Setidaknya itulah penggambaran cerita secara kasar yang bisa Kru KotGa jelaskan, karena bagaimana pun juga kamu harus memainkan game ini secara langsung untuk bisa mengapresiasinya. Berbeda dari JRPG kebanyakan, Shining Resonance memiliki alur cerita yang lebih khas dengan trope anime. Belum lagi, Tony Taka juga bertanggungjawab untuk mengerjakan desain karakter dalam game ini. Bagi kamu yang masih asing dengan sosok artist ini, Taka dikenal luas dengan karyanya yang sangat menawan dan keterlibatannya dalam ranah doujin (Menjelaskan kenapa artwork karakter mengandung unsur fan-service).

Baca ini juga :

» Crash Bandicoot 4, Nostalgia dengan Sekuel Luar Biasa yang Sudah Lama Dinanti!
» Genshin Impact, Game F2P Menawan dengan Kualitas Tiada Banding!
» ASUS ROG Strix B550-A Gaming
» Acer Nitro 5
» Review: Guardian Tales, RPG Petualangan Besar Dibalik Grafis yang Imut

Gameplay action yang kaya elemen unik

Beralih dari jalan cerita, faktor pembangun lain yang tidak kalah pentingnya sudah pasti adalah gameplay. Untuk porsi yang satu ini, Shining Resonance Refrain mengeksekusinya dengan sangat baik. Pertama kamu mungkin tidak akan merasakan perbedaan yang signifikan dari gameplay berbasis actionnya yang mirip dengan seri Tales dan Ys, tapi seiring berjalannya waktu kamu akan mendapatkan banyak akses skill yang membuat variasi gameplaynya tidak terasa repetitif. Sistem battlenya sendiri memungkinkan kamu untuk mengendalikan karakter dengan basis serangan basic dan break yang dapat melumpuhkan musuh.

Setiap serangan akan mengonsumsi AP yang bisa habis jika terlalu sering mengeksekusi kombo. Sambil menunggu AP terisi kembali, kamu bisa berfokus untuk merubah posisi karakter. Dibarengi dengan serangan basic, ada juga serangkaian skill yang memberikan efek support dan serangan spesial dengan damage lebih tinggi. Skill ini akan mengonsumsi MP yang lebih terbatas, jadi pastikan untuk menggunakannya di momen krusial saja seperti saat musuh terkena efek break dan kamu mendapatkan bonus 2x damage. Jika kehabisan MP, kamu dapat mengisinya kembali dengan melancarkan serangan biasa.

Untuk memperkaya variasi gameplay, kamu nantinya dapat mengeksekusi serangan kombinasi spesial yang dinamai B.A.N.D. Sistem inilah yang memperkuat tema musik sesungguhnya dalam game ini, dimana setiap karakter juga memiliki senjata bernama Armonic yang dapat berubah wujud menjadi alat instrumen. Setiap kali mengeksekusi serangan, kamu dapat menghasilkan efek buff yang dapat membalikkan keadaan saat menghadapi situasi genting. Bicara soal pertarungan berat, kamu masih memiliki senjata rahasia lain yang berupa perubahan wujud sang karakter utama Yuma dalam bentuk "Shining Dragon." Walaupun mode ini sangatlah kuat, kamu harus mempertahankan kesadaran ada Yuma yang dapat kehilangan kendali dan berakhir melukai seluruh party member.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview