Feature

[Diary Kru KotGa] Anime Captain Tsubasa 2018 Terlalu Lebay?

oleh: Culdesacc

Captain Tsubasa merupakan anime sepakbola yang bisa dibilang merupakan anime legendaris yang dikenang oleh para pecinta sepak bola sepanjang masa. Aksi Tsubasa dan tim Jepang dalam memenangkan pertandingan World Cup dan World Youth tak pernah ditinggal satu episode pun walaupun memiliki banyak flashback sebelum terjadinya gol.

Kali ini Tsubasa kembali dengan anime yang baru dan animasi yang dikerjakan oleh David Production, yang sebelumnya telah terkenal mengerjakan beberapa adaptasi anime dari Ben-To! dan Jojo's Bizarre Adventure. Reaksi penonton beragam, beberapa menganggap adegan-adegan dari adaptasi anime ini lebay. Apakah benar demikian?

Baca ini juga :

» Mulai dari yang Terbaik, Inilah Deretan Anime Zoids yang Wajib Kamu Tonton!
» Wibu Wajib Tau! Rekomendasi Anime - Musim Gugur 2019
» Kamu Wibu? Wajib Cobain 5 MOBA Untuk Mobile Ini!
» Inilah Jajaran Game Mobile yang Saat Ini Sedang Ramai Wibu Mainkan
» Alasan Sebenarnya Kenapa Anime Harem Selalu Disukai dan Dibenci

Dalam episode perdananya, diperlihatkan Ishizaki dan beberapa senior dari Nankatsu yang berusaha untuk merebut kembali lapangan Nankatsu dari tim Shutetsu. Wakabayashi yang merupakan kapten dari Shutetsu menantang para senior Nankatsu untuk menjebol gawangnya dengan bola apapun.

Dimulai dari adegan ini, tingkat berlebihan yang digambarkan oleh David Production semakin tinggi. Wakabayashi tampak mengeluarkan sebuah aura berwarna pink di sekitar kotak penalti yang digambarkan sebagai barrier yang tak dapat ditembus, menggambarkan bahwa tak ada seorangpun yang mampu menjebol gawangnya.

Setelah para senior mencoba terus dan gagal, terakhir adalah atlit lempar lembing yang melemparkan lembing langsung ke arah Wakabayashi. Alih-alih kejebolan, Wakabayashi menepis lembing tersebut dengan tendangan sehingga lembing tersebut terpental. Anehnya, Tsubasa malah mampu membuat tangan Wakabayashi bergetar dengan bola yang ditendang dari jarak jauh.

Mengingat dalam episode perdana kali ini Wakabayashi dan Tsubasa adalah sesama anak yang masih duduk di bangku SD, beberapa adegan diatas terasa janggal. Terutama, karena kekuatan fisik anak SD takkan sekuat itu untuk menepis lembing atau bahkan menendang bola dengan sangat keras.

Beberapa fans berkata bahwa adegan-adegan tersebut hanyalah merupakan gambaran Wakabayashi sebagai kiper yang memiliki kemampuan yang sangat tinggi dan tak ada yang mampu menjebol gawangnya. Ada juga fans yang kecewa karena efek-efek ini justru membuat Captain Tsubasa 2018 mirip dengan Inazuma Eleven dengan jurus-jurus fantasinya.

Kru KotGa sendiri tetap akan menonton Captain Tsubasa 2018 karena ingin sekali lagi bernostalgia dan mengikuti cerita Tsubasa dari awal. Bagaimana dengan Kotakers?

(KotakGame)
Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru