NEWS

Ingin Berpartisipasi Cegah Pemanasan Global, Perusahaan Game Malah Kena Kritik Pedas

Citaaditya   |   Minggu, 29 Sep 2019


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Setelah perubahan iklim terlihat merusak Bumi, cara termudah bagi manusia untuk berinteraksi dengan hutan yang rimbun dan gletser es mungkin adalah lewat video game. Mungkin kita hanya mengetahui rusaknya alam melalui film-film sci-fi. Namun, kejadian ini benar adanya. Beberapa ahli mengatakan kita hanya memiliki waktu 12 tahun sebelum alam ini rusak sepenuhnya.

Baca ini juga :

» Grup Hip Hop Terbaru League of Legends, True Damage Rilis Lagu Debut Mereka, GIANTS!
» Mampu Mencuri Perhatian, 7 Game Ini Catatakan Rekor Jumlah Pemain Tertinggi di Steam
» Grafis Super Nyata, Inilah Penampakan Screenshot Terbaru Microsoft Flight Simulator!
» Tumbangkan G2 Esports, FunPlus Phoenix Jadi Juara League of Legends Worlds 2019!
» Rockstar Sudah Mulai Fokus Kembangkan GTA 6 Untuk PS5?


Sumber: Playing for Planet Official Poster

Perusahaan video game juga disinyalir menjadi salah satu penyumbang rusaknya alam ini. Konsol game mengandalkan mineral yang ditambang menggunakan teknik yang dapat meninggalkan air beracun. Pabrik untuk perangkat keras menghasilkan energi dan bahan kimia dalam jumlah besar. Pengiriman konsol dan game bergantung pada rantai pasokan yang tersebar di seluruh dunia yang akhirnya juga membutuhkan bahan bakar. Setiap tahun, gamer PC menggunakan 75 miliar kilowatt jam listrik yang senilai dengan 25 pembangkit listrik. Kemudian ada e-waste. Ketika PlayStation 5 keluar, PlayStation 4 mungkin menjadi e-waste dan merusak lingkungan dengan bahan kimia mereka.


Sumber: Sony Playstation

Namun beberapa perusahaan besar beberapa waktu lalu merilis “Playing for the Planet”. Playing for the Planet mengatakan mereka berkomitmen membantu mengurangi emisi CO2 hingga 30 juta ton pada tahun 2030. Beberapa perusahaan seperti Sony dan Microsoft akan fokus mengurangi e-waste mereka serta mengurangi emisi yang mereka keluarkan. Microsoft pun akan membuat campaign “Build a Better World” di game Minecraft. Google Stadia juga akan bergerak dengan aksi go green yang mereka miliki. Ubisoft dan Sports Interactive memiliki campaign dimana mereka ingin copy game mereka berbahan ramah lingkungan dan dapat terurai.

Sayangnya, aksi mereka dikritisi oleh parah ahli. Para ahli takut Playing for the Planet hanya langkah press release biasa tanpa ada tindakan yang lebih lanjut. Google harusnya memasukkan teknologi cloud gaming mereka yang menghemat penggunaan hardware yang nantinya akan menjadi e-waste. Namun, Google malah tidak memasukkan cloud gaming dalam Playing for the Planet. Semoga saja, kata-kata para ahli ini tidak menjadi kenyataan ya Kotakers.

Sumber: Kotaku

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru