NEWS

No Refund! Anak Jajan 182 Juta Rupiah di Xbox One, Sekeluarga Resmi Terjebak Tagihan

Bill13   |   Senin, 04 Feb 2019


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Sebelumnya pernah terjadi pembelian oleh seorang anak yang berasal North Carolina dalam game Fortnite sebesar 17 juta rupiah, namun Epic Games selaku pengembang memberikan refund atas dasar hal tersebut. Berbeda dengan kali ini, Microsoft selaku pengembang XBox One tidak mengembalikan jajan seorang anak yang bermain game XBox One.

Dilansir dari NBC New York, seorang remaja terkena tagihan sebesar $ 13 ribu atau sekitar 182 juta rupiah dari bermain game XBox One. Orang tua mengaku telah memblokir semua pembelian di dalam game, meskipun di dalam sistem XBox mereka memasukkan Nomor Kartu Kredit dan email yang tak sering mereka gunakan.

Baca ini juga :

» Borderlands 3 Bakal Bisa Ditamatkan Hanya Dalam Waktu 30 Jam
» Diluar Perkiraan, Vampyr Berhasil Terjual Lebih dari Satu Juta Copy!
» Kotal Kahn Dipastikan Menjadi Karakter Terakhir yang Hadir di Mortal Kombat 11
» Sniper Elite V2 Remaster Terungkap, Unjuk Grafis yang Lebih HD!
» Game Besutan EA, Anthem Dikabarkan Bikin Mati Total PlayStation 4

Keluarga yang berasal dari Bolton, Massachusetts, Amerika Serikat mengatakan "Kami memiliki perjanjian dengan anak kami, bahwa setiap kali ada sesuatu untuk dibeli, kami akan dengan senang hati mempertimbangkannya jika mereka mau berbicara dengan kami dan kami melakukannya dengan cukup teratur."

Orang tua juga mengakui mereka tidak memeriksa laporan kartu kredit bulanan mereka, yang ditetapkan dengan pembayaran langsung otomatis. Hal itu membuat mereka melewatkan lusinan email tanda terima dari Microsoft yang merinci pembelian dari Juni 2016 hingga November 2017 yang berisikan tagihan $ 300 atau sekitar 4.2 juta rupiah dalam sehari.

Orang tuapun melaporkan hal ini sebagai indikasi penipuan ke perusahaan kartu kredit mereka, namun sesuai kebijakan Microsoft, pengembalian uang hanya terjadi jika sang pelapor mengirimkan aduan atau laporan ke Microsoft paling lambat 14 hari setelah pembelian, yang pada akhirnya keluarga ini resmi terjebak dalam tagihan senilai 182 juta rupiah.

Indikasi pembelian sang anak terjadi karena si anak sering menekan tombol start secara cepat agar bisa memainkan gamenya lebih cepat, sehingga secara tidak sengaja mengklik pembelian dari iklan popup di dalam game, namun sampai saat ini tidak ada pembahasan mengenai apa yang dibelinya di dalam game dan apa game yang ia mainkan.

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru