Review

Red Dead Redemption 2

oleh: VolkanKaya

Halaman 1

Rockstar Games, nama developer yang dikenal luas dari franchise Grand Theft Auto ini memang selalu memiliki track record konsisten selama satu dekade terakhir. Tidak hanya berhasil menciptakan game dengan standar berkualitas, namun mereka juga selalu memanfaatkan peluang yang ada untuk menciptakan game ambisius dan menjadi hit besar di pasaran. Sebagian besar developer pasti menganggapnya sebagai tantangan sulit, namun bagi Rockstar hal tersebut sudah menjadi misi utama yang harus direalisasikan. Setelah berhasil mendapat kesuksesan besar dari Grand Theft Auto V yang mencatatkan rekor sebagai rilis terbesar di industri hiburan sepanjang masa, kali ini Rockstar kembali merilis game ambisius lainnya yang berjudul Red Dead Redemption 2.

Hadir sebagai prekuel dari seri pertamanya yang dirilis pada tahun 2010 lalu, Red Dead Redemption 2 berusaha untuk menawarkan konsep sebuah game open world paling imersif dan realistis yang pernah ada. Berbekal waktu pengembangan selama lebih dari tujuh tahun penuh, game ini akhirnya resmi dipasarkan. Sebagian dari Kotakers pastinya sudah tahu kalau game ini telah mendapatkan banyak sekali review sempurna, hingga hasil pendapatan fantastis hingga USD 725 juta dollar hanya dalam waktu tiga hari sejak dipasarkan. Namun jika berbicara soal kualitas, setiap orang pasti memiliki pendapatnya tersendiri, termasuk juga Kru KotGa yang penasaran mengenai kualitas gamenya.

Setelah memainkannya selama satu minggu terakhir, Kru KotGa akhirnya sudah mendapatkan impresi yang cukup untuk membuat review. Baik dari sisi positif maupun negatif sudah dirangkum disini, jadi daripada penasaran, kamu bisa langsung simak ulasan lengkapnya dibawah ini.


Jalan cerita

Sebelum mengulas gamenya lebih dalam, tentu saja kamu harus mendapatkan gambaran jelas dari jalan cerita yang ditawarkan game ini. Jadi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Red Dead Redemption 2 adalah prekuel yang mengambil setting waktu sebelum seri originalnya. Berfokus pada sosok karakter utama bernama Arthur Morgan, game ini akan membawa kamu dalam kisah perjuangan Arthur dan anggota geng Van Der Linde yang dipimpin oleh Dutch untuk bertahan hidup di tanah Amerika yang liar. Perjalanan mereka tentunya tidak mudah, karena selain harus mencari tempat untuk berlindung dan menyatukan seluruh anggota geng, Arthur dan kelompok Dutch harus melakukan beragam pekerjaan untuk memasok keuangan. Disini kita berbicara tentang kehidupan para outlaw, jadi aksi perampokan dan lain sebagainya sudah menjadi sarapan dalam game ini.

Penyampaian jalan ceritanya sendiri cukup sederhana dan masih didukung dengan latar belakang yang akan membuatmu semakin penasaran, misalnya seperi konflik besar yang dihadapi kelompok Dutch dan Odriscoll di wilayah Blackwater. Bertahan hidup dan mencari arti diri sendiri, inilah dua kesan utama yang berhasil Kru KotGa dapatkan dari keseluruhan ceritanya. Berbicara soal penyampaian jalan cerita, pembawaan setiap karakter yang ada dalam game ini patut diacungi jempol. Tidak hanya memiliki karakteristik unik yang didukung kualitas pengisi suara kelas atas, namun setiap karakter juga memiliki peran yang dominan dalam membangun jalan ceritanya. Dari semua game yang pernah Kru KotGa mainkan, bisa dibilang Red Dead Redemption 2 adalah satu-satunya game yang membuat Kru KotGa peduli akan nasib anggota Van Der Linde layaknya keluarga sendiri.

Jangankan para karakter utama tersebut, satu npc dalam game ini saja sudah cukup untuk menguji rasa kemanusiaanmu. Apakah kamu ingin merampok mereka? Menolong? Atau sekedar menyapa saat bertemu di jalan? Ada banyak opsi yang akan membuat pengalaman bermainmu terasa hidup.

Baca ini juga :

» Sekiro: Shadows Die Twice
» ASUS ROG G703GX, Absolutely Monster!
» Devil May Cry 5, SSStylish Comeback!
» ASUS ROG Strix Scar II GL704GW
» God Eater 3

Open world yang akan membuatmu takjub

Maka sama seperti kebanyakan gamer yang langsung tergoda dengan konsep open world yang ambisius, Kru KotGa jujur sangat takjub dengan apa yang Rockstar berusaha tawarkan di Red Dead Redemption 2 kali ini. Ukuran map wilayah New Hanover yang menjadi pusat gamenya memang sangat luas dan dipenuhi dengan beragam wilayah yang mencakup hutan lebat, pegunungan bersalju, padang pasir, wilayah rawa-rawa, hingga kota pedalaman seperti Valentine dan St. Denis yang lebih bernuansa modern. Chapter pertama memang terasa lambat dan kamu tidak diberikan kebebasan mutlak selain mengikuti jalan cerita yang ada. Namun setelah anggota gengmu berhasil kabur dari pegunungan bersalju yang ganas dan menyusun camp, dari situlah kamu akan diberikan kebebasan penuh untuk melakukan apapun. Tentu saja kamu bisa mengikuti misi utama, namun disini Kru KotGa berusaha untuk menjelajahi dunianya terlebih dahulu.

Jadi setelah keluar dari camp, kamu sebenarnya sudah bisa mengakses sebagian besar area yang ada di wilayah New Hanover. Namun disini Kru KotGa sangat tidak menyarankan untuk pergi jauh-jauh dari camp, apalagi jika kamu tidak memiliki banyak supply. Alasannya sendiri karena Red Dead Redemption 2 juga mengusung konsep survival yang kompleks untuk mendukung kesan realistisnya. Sederhananya, disini karakter yang kamu mainkan - Arthur dapat merasa kelaparan, kelelahan hingga kehilangan kebersihan tubuh (Bisa diatasi dengan makan, tidur dan mandi secara rutin). Selain merawat diri sendiri, kuda yang kamu miliki dan menjadi rekan berkelana sepanjang permainan juga memiliki perawatan khusus yang harus diperhatikan. Jika kudamu kotor dan tidak dibersihkan, maka kesehatannya secara perlahan juga akan menurun. Sama halnya jika tidak diberi makan atau diistirahatkan, stamina dan daya tahannya juga akan terkena dampaknya.

Jika kamu tidak menemui masalah dalam mengatur kebutuhan pokok Arthur dan kudanya dalam berkelana, maka menjelajah New Hanover pastinya akan jauh lebih mudah. Setiap detik dan momen yang kamu rasakan saat berada di alam terbuka benar-benar terasa luar biasa. Kualitas grafis serta ragam efek pencahayaan yang fantastis bukan satu-satunya faktor pendukung untuk menciptakan sensasi tersebut, namun desain dunianya yang terasa sangat hidup dan realistis lah yang memegang peranan terbesar. Latar dunianya yang luas tidak hanya dihuni oleh banyak penduduk dengan karakteristiknya masing-masing, namun ada juga 200 spesies binatang yang siap diburu untuk diambil daging atau kulitnya. Setiap wilayah memiliki spesies hewan buruan yang berbeda, jadi pastikan untuk melihat tanda gambarnya di peta sebelum ingin melakukan perburuan, khususnya untuk wilayah yang jauh.

Lalu apa yang harus dilakukan jika kamu sudah berkelana terlalu jauh dari camp? Tidak perlu khawatir, karena kamu bisa menyusun kemah sendiri yang dapat digunakan untuk beristirahat sekaligus membuat peralatan dan memasak makanan. Walaupun awalnya Kru KotGa sempat khawatir akan banyaknya wilayah yang kosong dan tidak menarik untuk dijelajah, namun kenyataanya justru berbeda jauh. Setiap wilayah yang Kru KotGa kunjungi pada akhirnya selalu memberikan daya tarik yang kuat dan terkadang menyimpan rahasia di dalamnya. Kalaupun ada area yang kosong, Rockstar berhasil menutupi kekurangan tersebut dengan presentasi atmosfer lingkungan yang tidak pernah gagal untuk membuat Kru KotGa merasa takjub.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview